Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Hari Ini

Ada yang hari ini sedang kuat-kuat bertahan mempertahankan sebuah hubungan. Rela dilukai sedemikian rupa pada seseorang yang sejatinya tidak sedetik pun memperhatikan. Yang merasa berjuang sendirian, menahan lelah kaki menopang raga dalam bertahan. Ada yang hari ini terus-terusan berusaha menggenggam tangan. Menahan mencoba tidak melepaskan, pada tangan yang dengan seenaknya meronta dan terus berusaha untuk melepaskan. Ada yang hari ini sedang menangis menahan sakit. Hanya untuk tetap terlihat tegar. Menukarkan segala luka hanya agar dia tidak pergi memalingkan muka. Ada yang hari ini sedang setia menatap layar kaca. Menunggu kabar dari seseorang yang entah sedang ada dimana. Yang hanya bisa berharap dia baik-baik saja, tanpa mau berpikir hal-hal lainnya. Ada yang hari ini sedang kembali disalahkan. Atas kesalahan yang tak pernah ia perbuat, atas kesalahan yang selalu ditumpahkan padanya. Tapi ia tetap bertahan meminta maaf. Seakan yakin suatu hari dia akan berubah. Ada yang ...

Sorry, You Don't Know Me

Terima kasih sudah pernah datang. Terima kasih sudah pernah membuatku jatuh cinta. Aku pernah bahagia bertemu kau; dan aku tak pernah menyesal. Kita adalah sebuah kebetulan yang entah bagaimana caranya bisa menjadi bahagia. Sesuatu yang tak pernah disangka-sangka sebelumnya, namun bisa bertahan begitu lama. Jika kau tak sengaja membaca tulisan ini, maaf.. aku tak bermaksud memenangkan kau kembali. Aku sudah cukup. Saatnya aku mulai kembali berlari setelah beristirahat panjang.

Buka Hatimu Nona

Bagaimana dunia mampu membantumu melepaskannya jika kau sendiri enggan melepaskan kenangan-kenangan di kepala? Jika kau mau merendahkan kepalamu sedikit saja, kau akan melihat banyak orang di luar sana yang menginginkan untuk bisa hidup di sampingmu. Maka bantulah mereka, sebagaimana kamu ingin dibantu. Kau akan menemukan orang yang sebaik masa lalumu, semanis masa lalumu, dan senyaman masa lalumu. Aku janji. Asalkan kau mau mengizinkan orang baru itu untuk mencobanya. Bagaimana mungkin orang itu bisa menjadi spesial jika ketika ia tengah mencoba, kau membunuh usahanya dengan cara masih enggan melepaskan kenangan-kenangan masa lalu di kepala? Bantulah ia yang baru untuk menjadi seseorangmu, dengan cara kau tidak melulu memikirkan masa lalu. Sumber : Novel Merayakan Kehilangan

Ku Mohon Padamkan Apiku

Ku pikir sudah cukup selama ini Aku menjadi lilin bagimu... Aku rela membakar diriku sendiri hanya untuk menerangimu.. Aku lebih sering mengalah padamu, hanya untuk memenangkan egomu.. Kemarin, pikiran-pikiran warasku mulai bekerja... Lilin akan dibakar hingga habis, setelah itu dibuang dan diganti dengan lilin yang baru.. Hatiku mengatakan, seperti itulah nasibku jika terus bersamamu. Maka sebelum Aku habis terbakar tak bersisa, tolong tiup Aku... tiup apiku Nona, padamkan, matikan aku sebelum lebih lama lagi merasakan sakit ini... Atau jika kau tak ingin meniup apiku, tolong pinjamkan Aku air matamu, biar ku tetesi sendiri Apiku hingga ia padam...

Aku Pamit, Jangan Cari Aku

Entah siapa yang berbohong, Kau ataukah Lelaki itu.... Tapi di luar dari semua itu, ku pikir lelaki itu amat mencintaimu, Tidak akan ada lelaki segila itu, mengaku tunanganmu di depanku dengan menjelaskan beberapa bukti yang juga mungkin ku yakini benar. Kau harus tahu satu hal, Aku bukan tipe orang yang senang merusak hubungan orang lain, mungkin selama ini aku mengagumi hanyalah sebuah kesalahan. Aku minta maaf untuk itu.... tapi setelah ini ku yakin tidak lagi. Kau pantas bersamanya... Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik. Aku pamit, semoga bahagia... Jangan cari Aku.

Ini Perintah

Okelah Aku mengecewakan. Pergilah jika kau ingin... Dan kembalilah hanya pada saat Aku sudah lupa! Ini perintah

Pemeran Utama

Kurasa PH adalah makhluk yang paling paham Aku setelah ibuku. Itulah mengapa ia pantas menjadi Tokoh utama dalam isi ceritaku, sedang wanita lain hanya mengisi bagian-bagian tidak penting dalam cerita.

Posting (Positive Thinking)

Maaf katamu, Aku menebarkangkan kau ke langit, kemudian ku jatuhkan dengan kejam kembali ke Bumi? Kurasa sepenuhnya tidak... Kau masih jatuh diantara bintang-bintang. Justru yang membuatmu jatuh lebih dalam lagi adalah pikiranmu sendiri. Kau sering berpikir yang tidak-tidak tentang Aku, yang sebenarnya sangat jauh dari kata "fakta". Berhentilah lakukan itu, berpikiran buruk tentang Aku hanya akan menjatuhkan dirimu sendiri. Dan yang akan mampu memberimu sayap untuk dapat terbang kembali hanya Aku.

Tentang "Merayakan Kehilangan"

Gambar
Judul Novelnya "Merayakan Kehilangan" karya Bryan Khrisna. Saya sudah pernah baca dari awal sampai akhir... memang keren isi novelnya. Awalnya, ia merasa sangat terpukul dengan kehilangan orang yang menghianatinya, namun ia berhasil mendapat yang lebih baik dari Tuhan. Rocemded banget untuk yang baru saja patah hati.

Tentang "Akad"

Gambar

Ketika Aku Matahari, Kau Jangan Jadi Bulan

Hal yang paling ku takutkan adalah... Ketika aku mengatakan "Aku ingin menjadi Matahari" lalu kemudian kau menyambar pembicaraanku secepat kilat, mengatakan "Aku ingin jadi bulannya" dengan nada riang. Pernah kau berpikir lebih jauh tentang itu? Memahami lebih dalam lagi tentang mereka? Bulan ketika berada di dekat matahari maka cahayanya akan hilang, sinarnya akan redup... Sedang ketika mereka berjauhan... semakin jauh jarak bulan dan matahari, maka keindahan bulan akan semakin terpancar, Bumi akan semakin terang pada malam hari karenanya, dan seluruh penduduk bumi akan memujinya. Aku tak bermaksud ingin kau jauh dariku, sama sekali tidak. Aku hanya ingin kau tau potensimu, kau akan jauh lebih baik tanpaku. Nanti saat aku mengatakan "Aku ingin menjadi matahari" , Kau jawab saja "Aku ingin menjadi air laut" , aku lebih senang mendengarnya.

Musikmu, Novelku

Lagu, nada, lirik, irama dan Aku ingin mengakhiri hiponim ini dengan kata Harmoni. Yang semuanya adalah bawahan dari kata Musik. Cerita, kisah, dan pengalaman... kali ini sepertinya tepat ku akhiri dengan kata Novel sebagai hipernimnya. Kau tahu Nona... Aku ingin menjadi musik bagimu, Aku ingin, Aku yang kau dengar setiap saat, Aku yang menemanimu saat kau senang, Aku yang menghiburmu saat kau sedih, Aku ingin itu... Kemudian, bagiku ku ingin kau jadi Novel. Aku selalu ingin membaca kisahmu, Aku tertarik dengan semua ceritamu, dan Aku terkesan denganmu.

Semoga Aku Tak Merasa Lelah

Jika itu inginmu... maka berdoalah pada Tuhanmu agar Aku takkan pernah merasa lelah berada di sisimu. Jika saja itu dicatat sebagai perbuatan baik, atau bahkan tercatat sebagai sesuatu hal yang buruk sekalipun, Aku pasti akan dengan senang hati melakukan itu untukmu. Bagiku, menyenangkan hati orang lain adalah cita-cita setiap harinya. Jangan merasa tidak enak padaku, toh Aku menikmatinya.

Pahami Aku dan Tulisanku

Saat kau membaca tulisanku, tukar Aku dengan kamu, juga sebaliknya... tukar kamu dengan Aku. Lakukan berkali-kali, sampai kau paham maksud sebenarnya dari ceritaku.

Makna Kata "Aku Mencintaimu"

Rasanya Aku belum pernah mengatakan sekali pun padamu bahwa "Aku Mencintaimu". Aku memang belum berani... Selama ini Aku lebih senang menggunakan diksi "Aku Menyukaimu". Kau harus tahu satu hal, ketika nanti Aku siap mengatakan "Aku Mencintaimu" tolong ulurkan jari manismu padaku.

Menuntaskan Rindu

Aku melihat dari matanya, dari nada suaranya menyapaku, dan dipertegas oleh jabatan tangannya. Aku tahu ia sudah lama menahan rindu padaku. Aku dan kamu bertemu di waktu yang tepat, padahal Aku hampir saja bergegas meninggalkan tempat itu, tetiba kau datang entah dari arah mana Aku tak tahu pasti, yang jelas kita bertemu saat itu dan berhasil melepas rindu masing-masing.

Tuan dan Puan; Ketika Tuan Pamit

Pada suatu senja.... Tuan : Puan, Aku ingin bicara satu hal padamu. Puan : Apa itu Tuan? Mengapa kau terlihat begitu serius kali ini? Tuan : Aku ingin pergi? Puan : Tuan hendak kemana? Tuan : Kemana saja, asalkan itu jauh darimu. (Tetiba suasana berubah menjadi begitu menakutkan kala itu bagi keduanya, terutama Puan yang seolah saat itu aliran darahnya tak lagi mengalir) Puan : Tapi mengapa? (Puan membuka pembicaraan sambil mengusap dua bulir air mata yang tak sengaja jatuh kala itu dari kedua bola matanya) Tuan : Aku tak mencintaimu. (membalikkan badan berusaha tegar, tapi hatinya menangis tak kalah dari tangisan dua bola mata Puan) Ada beberapa hal yang tidak bisa diceritakan. Orang terkadang memilih untuk memendam perasaan sendirian untuk sebuah kebaikan.

Teruntuk PH; Terima kasih

Hay... PH. Hal pertama yang ingin saya katakan kali ini adalah Terima kasih banyak. Terima kasih karena telah menghidupkan Aku lagi dalam tulisanmu, artinya kau masih ingat Aku, kau belum lupa BT. Lalu terima kasih juga sudah mau mengingat beberapa moment yang menurutku sangat berkesan yang sebenarnya kita jarang menciptakan moment secara sengaja. Kau katakan kita hanya bisa bertemu dalam moment kebetulan kan? Bagiku semua itu tidak ada yang kebetulan, itu adalah rencana Tuhan. Kemarin buktinya kita berpapasan muka lagi, Aku duduk di bawah pohon, kemudian kau lewat tapi mengambil jalan lain mungkin untuk menghindar dari hadapanku. Tapi lihatlah moment selanjutnya yang terjadi... Tetap saja aku bisa menatapmu kan??? Setelah beberapa bulan tak melihatmu, ternyata kau masih saja sama. Suka menghindar dariku.

BT dan PH

Saya banyak belajar dari kisah antara BT dan PH. Saya berpendapat bahwa, mereka adalah dua makhluk yang saling memahami, mampu membuat nyaman satu sama lain. Hanya saja ada beberapa hal yang tidak dapat dipaksakan untuk membuat rasa yang lebih antara keduanya. BT dan PH cukup dewasa dalam menyikapi hal itu. Ya.. benar saja, karena mereka berdua seolah memang punya satu pemikiran, hanya saja dibelah oleh Tuhan dan dimasukkan ke dalam dua kepala manusia yang berbeda.

Lagu Untuk PH

Aku mungkin tidak akan pernah lupa lagu yang pernah ku ciptakan untuk PH. Berikut ini liriknya... Yang bisa nyanyiin cuma kami. Dia satu-satunya manusia yang pernah ku perdengarkan. # Aku ingin menganggapmu biasa Tapi bagaimana bisa ku lakukan Kau adalah wanita Istimewa di mataku Wanita dengan sribu kebaikan Dalam hatinya penuh kelembutan Senyumannya indah Bagai tulisan-tulisannya Perii Hujaan... Berharap kau adalah takdirku Ku ingin kau menjadi jodohku Selamanya tak kan terpisah Hingga semuanya sirna You are my everything

Selamat 22 Juni

22 Juni. Tepat dua puluh tahun yang lalu. Di tengah terik panas matahari. Aku menangis untuk pertama kali yang menandakan bahwa Aku lahir di dunia yang baru. Entah apa arti tangisan itu.. menangisi beban yang akan dipikul?? Mungkin saja seperti itu. Tangisan itu, aku menyebutnya tangisan kedewasaan. Kala itu Aku pasti menangis bukan karena senang, bukan juga karena kesakitan. Entah apa makna tangisanku itu.. cukup misterius.

Aku Matamu Kau Hatiku

Jika kau tanya Aku ingin jadi apa bagimu? Aku ingin jadi mata. Dan sebaliknya Aku ingin kau jadi hatiku. Mata dan Hati. Punya korelasi yang amat menakjubkan. Ketika Mata melihat sesuatu yang membahagiakan maka hati akan ikut serta merasakan bahagianya. Dan ketika hati sedang jatuh pada titik terlemahnya, mata secara spontan akan sayup dan bahkan meneteskan buliran airnya. Sungguh pasangan yang saling pengertian. Ada yang lebih romantis dari itu?

Semacam Hobi

Saya suka membuat beberapa cerita fiksi untuk membuat orang lain tahu diri.

Unknown

Mungkin Aku salah mengartikan rasa peduliku sendiri. Jujur saja Aku selalu ingin kau berkabar padaku. Berkadar padaku tentang harimu. Kau mengawali pagi dengan ucapan Good Morning, Gutten Morgen dan semacamnya, ya cukup itu. Di siang hari mungkin dengan sedikit perhatian, kau menanyakan kesehatanku dan semacamnya. Dan di malam hari dengan ucapan 'mimpi indah'. Aku tak butuh pembahasan panjang lebar, membahas segalanya... cukup itu agar Aku dapat memastikan bahwa kau baik-baik saja di Pagi, siang dan malam harimu hingga kau terlelap. Tapi ya... Tidak ada. Aku mulai berpikir bahwa rasa peduliku terhadapmu rasanya harus ku kurangi sedikit kadarnya, agar aku juga tak terlalu banyak pikiran. Kejam memang, tapi ketahuilah.... kau lebih kejam ketika tak melakukan itu.

Bagi Kami Tidak Ada Kata Nanti

Selamat malam.... Lama tak menulis bukan berarti sudah mati. Hanya kehabisan inspirasi karena hati yang teriris-irisi. Mungkin Puisi cara terbaik mengawali tulisan di blog ini lagi. Ok.. Selamat menikmati! Cieelah..... menikmati, emang makanan. Kuylah! Saat sang empunya cahaya baru saja mengintip pagi Orang tua kami sudah meniti jalan memperjuangkan kehidupan Saat sang empunya cahaya mulai menyongsong pagi Kami sudah berada di jalan mencari ilmu pengetahuan Kokok ayam di pagi hari Adalah sebuah Alarm alami Niatkan hati Mencari sesuap nasi Suara kuda berlari Adalah sebuah Alarm alami Siapkan diri Menuntut ilmu yang abadi Bagi kami tidak ada kata nanti.

Dia Yang Gengsi Dan Aku Yang Akan Tidak Peka

Kisah kita unik. Sebuah awal kalimat yang menarik untuk memulai tulisanku kali ini. Dia, wanita yang dulunya ku yakini sebagai soulmate. Dulu, aku masih sangat ingat betapa seringnya aku mengakui perasaanku padanya.... mengatakan apa yang seharusnya tidak aku katakan saat itu... aku menyukaimu, seperti itulah kata yang persis aku ucapkan padanya ketika itu. Tapi ia punya seribu macam cara, sejuta malam alasan, dan miliyaran jawaban agar aku tak tahu isi hatinya yang sebenar-benarnya. Itulah yang terjadi pada masa itu. Namun ketika ku putuskan untuk membersamai wanita lain, barulah ku tahu bahwa ia tidak suka hal itu... ia cemburu? Sangat cemburu. Sepertinya ia bermain-main dengan belatinya sendiri saat itu. Dulu mungkin ia gengsi menjawab perasaanku, dan sekarang aku yang giliranku yang akan tidak peka dengan jawaban perasaannya.

Tindak Tutur

Tindak Tutur dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Lokusi adalah jenis tindak tutur untuk menyatakan sesuatu, yang hanya bersifat informatif. Contoh : Ruangan ini panas sekali (Guru memberitahukan kalau suhu ruangan sangat panas) 2. Ilokusi adalah jenis tindak tutur untuk menyatakan atau menginformasikan sesuatu dan agar si lawan tutur melakukan suatu tindakan. Contoh : Ruangan ini panas sekali (Guru memberitahukan kalau suhu ruangan sangat panas, dan secara tidak langsung ia menyuruh siswanya untuk segera melakukan tindakan agar guru tidak kepanasan) 3. Perlokusi adalah tuturan yang memberikan efek bagi lawan tutur. Contoh : Ruangan ini panas sekalian (Guru memberitahukan kalau suhu ruangan sangat panas, dan seketika murid langsung menyalakan pendingin ruangan ataupun membuka jendela)

Tiga Macam Kecerdasan Manusia

Manusia mempunyai tiga jenis kecerdasan dalam dirinya, yaitu : 1. IQ (Intelligence Quotience) atau kecerdasan intelektual. Ini adalah jenis kecerdasan mengolah dan berpikir kognitif. 2. EQ (Emotional Quotience) atau kecerdasan emosional. Kecerdasan mengendalikan diri. Ia mampu memotivasi diri untuk menahan amarah. 3. SQ (Spiritual Quotience) atau kecerdasan beragaman. Ia mampu mendekatkan diri kepada sang pencipta. Ketiga jenis kecerdasan tersebut adalah sama pentingnya dalam kehidupan manusia. Jadi belajarlah untuk cerdas ketiga-tiganya.

Pentingkah Aku Bagimu? Kurasa Tidak.

Aku pernah membaca artikel dan berbagai banyak jokes. Bunyinya, ketika seseorang lambat membalas pesanmu ataupun Dia membalas pesanmu dengan singkat hanya dengan kata iya, ok, dan semacamnya. Itu berarti kau bukan orang penting baginya, sama sekali tidak penting. Bersadar Dirilah! Jadi Aku bertanya-tanya? Pentingkah Aku bagimu? Lantas seberapa penting? Mungkin saja sama sekali tidak penting.... Ya Sudahlah.

Jatuh Di Wilayah Rasa

Budak : Seberapa penting Aku dan Seberapa dibutuhkannya diriku? Nyonya : Sama sekali tidak penting dan sangat tidak dibutuhkan! Budak : Ada yang lebih sakit dari itu??? Nyonya : Lantas mengapa kau harus bertahan? Apa? kenapa? mengapa? Budak : Karena Aku tak pandai memainkan perasaanku. (perasaan itu tumbuh semaunya, dan tidak dapat diatur oleh pikiran. Perasaan itu sabda, Aku tak bisa apa-apa.)

Wanita dan Matahari

Jangan perlakukan wanita seperti matahari senja. Kau memandanginya, menikmatinya dengan sesuka hati. Meskipun kau tahu dalam waktu dekat ia akan meninggalkanmu, kau akan berpisah dalam hitungan beberapa saat. Perlakukan wanita layaknya matahari terbit. Kau menyambutnya dengan bahagia dan semangat perjuangan memulai hari.

Selepas Matahari Terbit

Berderai air mata Untuk perempuan berpayung hitam Kau tak sadar, lukamu sudah menganga Memang, karena ini sudah penghujung malam Matahari pekat sudah menampakkan diri di ufuk timur Saatnya kau membuka jendela Bangunkan jasadmu dari tidur Dan mulailah mencari kembali secerca bahagia Ku lihat sudah lama kau mematung Tak tau arah hidupmu kau kemanakan Hidup ini tak harus bergantung Lakukan sendiri dengan semangat perjuangan Hari ini tepat dua puluh tahun usiamu Saatnya tersenyum pada dunia Tak ada aku Tak apa-apa

Menghargai Yang Sedang Dibersamai

Entahlah siapa yang saya cintai... Terkadang memang suka bingung dengan perasaan sendiri. Tetapi yang jelas, Aku berusaha membahagiakan orang yang saat ini sedang Aku bersamai... Dia yang menurutku paling sempurna... Dia yang menurutku layak mendapat bahagia bersamaku. Bukan kau, bukan juga kau... Jadi untuk saat ini, pergilah kalian semua dari kehidupanku, biarkan Dia yang tetap tinggal bersamaku.

Aku Hanya Butuh Jawaban Pertama

Suatu hari Aku sempat menceritakan kisahku bersama dirimu kepada seseorang. Semua hal yang telah ku lakukan untukmu.... dan juga semua hal yang sudah kau berikan padaku. Luka? Ku pikir bukan... Setelah Aku selesai menceritakan semuanya.... bercerita banyak hal, Orang itu tiba-tiba mengatakan kalau Aku adalah laki-laki yang mudah putus asa. Mendengar itu tentu saja Aku tidak setuju... Aku bukannya laki-laki yang tidak mau berjuang, tapi bagiku jawaban pertama adalah kuncinya. Jika ia sudah mengatakan Tidak.... Maka mundurlah, cinta bukan sebuah hal yang harus dan bisa dipaksakan. Kejarlah orang yang memberimu keyakinan pada jawaban pertamanya.

Kau Terlambat Menyadari

Saat semuanya telah berubah.... mengapa kau baru menyadarinya? Saat ia telah pergi jauh.... meninggalkanmu. Barulah kau menyadari bahwa kau mencintanya... yang saat ia ada di depanmu, bersamamu. kau pura-pura menghiraukannya.... kau mengingkari kata hatimu saat itu. Kini, tidak ada yang perlu disesali, kau sudah terlambat.

Puisi "Perempuan-perempuan Perkasa"

PUISI Perempuan-perempuan Perkasa (Hartoyo Andangdjaja) Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari manakah mereka ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum peluit kereta pagi terjaga sebelum hari bermula dalam pesta kerja Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta, kemanakah mereka di atas roda-roda baja mereka berkendara mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota merebut hidup di pasar-pasar kota Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta, siapakah mereka mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota mereka : cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa

Mengerti - Kebenaran > Keraguan

Mulut bisa berdusta, tetapi tatapan mata tidak. Perasaan bisa disembunyikan, tetapi kecemburuan tidak. Ada beberapa hal yang tak bisa dijelaskan secara langsung namun perlu dimengerti. Persis ketika wanita hanya mampu dengan metode "pengkodean" dan lelaki hanya mengerti ilmu "penjelasan". Terkadang memang ada yang benar-benar mengerti tapi ragu akan kebenaran itu sendiri. @tanpahujan

Persis Seperti Sebuah Boomerang

Persis seperti sebuah Boomerang. Hal-hal yang dulu aku lemparkan ke orang lain, sekarang seolah semuanya berbalik ke arahku.... mengancam keselamatanku. Aku tak menyebutnya sebagai karma.... lebih tepatnya mungkin siklus sebab-akibat. Bunyinya kurang lebih seperti ini ; apa yang kau lakukan ke orang lain pasti akan berbalik ke arahmu suatu hari nanti, entah itu kebaikan ataupun keburukan, karena Tuhan itu adil. Persis seperti sebuah Boomerang.... lakukanlah hal-hal baik hari ini sebagai tabunganmu di masa depan.

Itulah Saling Menghargai Yang Ku Maksud

Hal seperti itulah yang ku takutkan... Itu yang ku sebut saling menghargai.... Jangan pernah terlihat lebih berbahagia bersama orang lain di depan mata pasanganmu ataupun terlihat dengan kata lain, oleh pasanganmu. Karena jika itu tanpa alasan... maka secara tidak sadar kau telah membuat sebuah lubang kecil dihatinya, darah sudah mulai bercucuran keluar dari lubang kecil itu. Dan jika kau tak segera menyembuhkannya, maka lubang itu secara perlahan akan mulai membesar sampai luka itu akhirnya merenggut hatinya.... Yang dulunya untukmu. Jika luka itu terus saja menyerang hatinya hingga habis.... hingga ia tak punya hati lagi, untukmu. Kau siap???

Quality Time

Apa yang lebih menyenangkan dari sebuah pertemuan yang sebelumnya disiksa oleh kerinduan??? Aku menyebutnya sebagai " Quality Time ". Secara istilah Quality time berarti sebuah waktu atau keadaan yang sangat berharga dan berkualitas. Quality Time adalah waktu dimana kau bisa merasakan yang namanya kebahagiaan, kebersamaan, keharmonisan. Tiga hal yang kau dapat rasakan dalam satu waktu, tempat dan keadaan. Tidak ada suasana yang lebih indah lagi dari itu... Di Quality Time kau hanya akan melakukan dua hal, yaitu tertawa dan menangis.... tertawa bahagia dan menangis bahagia.

Sumpah Mahasiswa Indonesia

Sumpah Mahasiswa Indonesia Kami mahasiswa Indonesia bersumpah: Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan Kami mahasiswa Indonesia bersumpah: Berbangsa satu, bangsa yang mencintai keadilan Kami mahasiswa Indonesia bersumpah: Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan

Cara Membuat Wanita Cinta Mati

Nyaman > Butuh > Cinta Mati Nyaman membuat wanita merespon dan membuka diri. Dan pada saat dia sudah nyaman, maka ia akan butuh kamu.... kecanduan bersamamu. Jika ia sudah butuh kamu maka ia akan cinta mati. Untuk membuat wanita nyaman, kau harus tahu bahasa cintanya. Bahasa cinta adalah naluri alamiah wanita, yang jika diaktifkan dapat membuatnya nyaman dan jatuh cinta. Masing-masing wanita memiliki bahasa cinta yang berbeda. Ada lima bahasa cinta ; Materi, Sentuhan, Perhatian, Kata-kata, dan Quality Time. Cara membuat wanita bahagia adalah kau harus menyeimbangkan antara kesenangan dan kesengsaraan. Cara Membuat Wanita Cinta Mati (Ronald Frank)

-PH- II

Malam ini serasa aku tak bisa menutup mata.... pikiranku melayang-layang.... Satu pertanyaan terus saja mengelilingi isi kepalaku. Kau juga ingin bersamaku bukan? Dari semua pernyataan-pernyataan yang kau lontarkan untukku.... seolah-olah memang seperti itu. Kau tahu, sebenarnya Aku tersiksa, tapi aku juga menikmatinya... Ketika aku sudah memutuskan untuk melupakan harapan-harapanku, kau datang lagi seolah memberi harapan lagi dan lagi.... kemudian pergi, hilang entah kemana. Datang memberi harapan kemudian hilang entah kemana... begitu seterusnya. Apa maksud semua ini? Apakah kau hanya bermaksud untuk menghancurkan sinkronisasi antara hati dan pikiranku? Kau ingin memutus urat saraf pada salah satunya? Tidak... Ku mohon jangan lakukan itu. Aku tak setangguh yang kau lihat dalam urusan seperti ini... Aku lemah... sungguh sangat lemah. Ketahuilah! Aku sering sakit hati, tapi tidak pernah benar-benar membenci seseorang. Sekarang aku tak pernah lagi mengharapkanmu dalam dunia...

Aku Sadar Diri II

Tulisan ini tepat adalah yang ke-50 dalam blog ini. Angka yang baik menurutku, cukup istimewa.... Dan Aku ingin mengisinya dengan sebuah tulisan yang menurutku sangat penting, sangat berpengaruh dengan kehidupan. Dan kau pantas mengisinya... Katamu "Bagian paling menyenangkan ketika kau menjadi subjek tulisan seseorang adalah ketika ia menulis, mulai dari huruf kapital pertama hingga titik terakhir tulisannya, hanya kau yang ada dalam pikirannya." Dan aku sepatu (sepakat dan setuju). Beberapa saat yang lalu, aku membaca tulisanmu. kau bertanya padaku bukan? Ku pikir kau masuk dalam orang yang ketiga. Hanya saja.... nampaknya kita akan bisa bersatu dalam dunia imajinasiku saja. "Yang dapat memahami makna tulisan dengan baik dan utuh hanyalah penulis itu sendiri. Tapi jika kau mampu membuat pembacamu membaca dengan hati maka ia pun pasti akan mampu menangkap makna yang kau sampaikan." "Sesuatu yang disampaikan dari hati akan sampai ke hati" (PH)

Motivasi Para Filsuf Dunia

Charles De Montesquieu (Filsuf Perancis) "Untuk benar-benar menjadi besar, seseorang harus berdampingan dengan orang lain, bukan di atas orang lain" Lao Tzu (Filsuf China) "Dicintai dengan tulus oleh seseorang memberimu kekuatan, mencintai seseorang dengan tulus memberimu keberanian" Aristoteles (Filsuf Yunani) "Anda takkan pernah melakukan segalanya di dunia ini tanpa adanya keberanian. Itu adalah kualitas terbesar dari pemikiran setelah kehormatan" Paul Tillich (Filsuf Amerika Serikat) "Mereka yang berani mengambil risiko kemudian gagal, itu bisa dimaafkan. Mereka yang tak pernah mengambil risiko dan tak pernah gagal, ini adalah kesalahan manusia sepanjang hidupnya" Arthur Schopenhauer (Filsuf Jerman) "Semua kebenaran di dunia ini harus melewati tiga langkah. Pertama ditertawakan, kedua ditentang dengan kasar, dan ketiga diterima tanpa pembuktian dan alasan" Jiddu Krishnamurti (Filsuf India) "Jika kita benar-bena...

8 Komponen Peristiwa Tutur Menurut Dell Hymes

Ayo belajar sedikit tentang Sosiolinguistik!!! Menurut Dell Hymes, sebuah percakapan dapat dikatakan sebagai peristiwa tutur jika sudah memenuhi delapan kompenen, yang jika diakronimkan akan membentuk kata SPEAKING... S : Setting and Scene Waktu dan tempat dimana peristiwa tutur itu terjadi, dan bagaimana situasi pada saat peristiwa tutur itu terjadi. Hal ini akan berpengaruh terhadap penggunaan bahasa pada saat peristiwa tutur terjadi. P : Participant Pihak yang terlibat dalam peristiwa tutur. Peristiwa tutur dapat berlangsung dua arah melibatkan dua orang yang bercakap secara bergantian, tetapi dapat juga berlangsung satu arah misal pada saat khotbah jumat. E : End Tujuan Pertuturan. Semua peristiwa tutur haruslah memiliki tujuan pembicaraan. A : Act Secuence Bentuk atau isi ujaran. Berkenaan dengan diksi (pilihan kata) yang digunakan serta hubungannya dengan topik pembicaraan. K : Key Mengacu pada nada, cara dan semangat pada saat menyampaikan sesuatu. Apakah disamp...

Ilmu Paling Kontroversial Tentang Cinta

Cinta itu akan bertemu dengan tiga macam orang.... Yang pertama, Orang dengan lampu merah.... Apapun yang kau lakukan atau apapun yang kau berikan, Dia tetap mengacuhkanmu. Yang kedua, Orang dengan lampu kuning.... Apapun yang kau lakukan atau apapun yang kau berikan, Dia hanya memanfaatkanmu dan tidak pernah mencintaimu. Dan yang ketiga, Orang dengan lampu Hijau.... Inilah yang disebut cinta sejati. Kalian pernah melihat seseorang yang tidak butuh waktu lama PDKT, tau-taunya jadian? Itulah yang ku maksud, Dia bertemu dengan Orang yang berlampu Hijau.... Love at The First Side. Jika kalian bertemu dengan cinta yang berlampu hijau.... maka cintamu tidak akan pernah menyakitkan dan akan selalu indah, cintamu tidak perlu banyak berkorban, dan kamu tidak butuh lagi mengikat Dia, karena Dia sendiri yang akan mengikatkan diri padamu. (Ronald Frank - Ilmu paling kontroversial tentang cinta)

Titik Kulminasi

Ada yang pernah berada pada titik kebosanan paling limit?.... saat tidak ada yang bisa kau lakukan, tidak ada yang mau kau lakukan dan tidak ada lagi yang enak untuk dilakukan... Aku saat ini berada di posisi itu... Rasa bosan yang luar biasa masuk ke dalam kehidupanku, bagai badai yang amat sangat besar dan menakutkan. Berada di posisi ini Aku bagaikan mayat hidup.... berjalan tanpa arah, tanpa tujuan. Aku bagaikan orang gila.... kesana-kemari tak tau apa yang dicari... Setiap kali rasa bosan itu datang padaku.... Aku hanya punya satu solusi. P-U-L-A-N-G!

Si Gigih

Aku selalu punya keinginan... dan setiap kali itu muncul. Aku tidak pernah gagal untuk mewujudkannya. Kenapa? Karena aku gigih berusaha untuk mewujudkan apa yang menjadi keinginanku. Tidak pernah perduli kata orang... Kalau saya punya mau, kau mau apa? Tidak ada yang berhak mencampuri urusanku. Terdengar sombong? Tidak! Itu bukan sombong.... itu salah satu bentuk motivasi diri. Meskipun agak ekstrem. Jangan mau diatur oleh hidup, apalagi diaturkan oleh orang lain.... ini hidup kita loh, harusnya kita yang mengaturnya sendiri.

Hakikat Perpisahan

Tidak ada orang yang ingin ditinggalkan.... Tapi orang yang meninggalkan, akan punya beribu alasan untuk meninggalkan. Apakah itu untuk kebaikan dirinya sendiri ataukah malah untuk kebaikan orang yang ditinggalkan.... Aku menyebutnya yang satu ini sebagai pengorbanan. Hanya bisa dilakukan oleh orang-orang lemah.... yang tidak bisa memperjuangkan keinginan. Harusnya kalau kau mengaku tangguh, berjuanglah bersama-sama.

Si Gigi Kelinci II

Perlahan-lahan sepertinya Aku sudah mulai mengerti dirimu... mengerti mengapa Aku dan Kau tidak akan pernah menjadi kita... Aku sudah mulai paham tentang permasalahannya. Aku memang orang yang mudah paham akan sesuatu, meskipun tidak dijelaskan secara jelas, sejelas matahari yang terbit di pagi hari. Tapi aku bisa paham, seperti Ayam yang berkokok untuk menyambut pagi. Seharusnya Aku tak perlu lagi membangkitkan ingatanku tentang ini semua... Aku sudah punya beribu alasan untuk melupakannya. Alasan yang mantap dan berjawaban. Dalam dunia nyata kau seperti kelinci... Cantik, indah, lucu tapi sulit ketika Aku mulai mengejarmu dan sangat sulit rasanya untuk mendapatkanmu, Kelinci. Itu sedikit mengesalkan... Tapi kau tetap sempurna dalam tulisanku... Entah sampai kapan.

Tulis Lembaran Barumu

Ketahuilah! Kita tidak akan pernah bisa membunuh memori... Tidak akan pernah bisa. Memori itu ibarat kau menulis dengan sebuah tinta pulpen cair di atas kertas putih bersih.... sedangkan kau tidak punya alat semacam s tip untuk menghapus tulisan yang kau buat.... Kau hanya punya sebuah penghapus karet. Untuk dapat menghapus tinta pulpen dengan sebuah penghapus karet tentu bukan hal yang mudah.... kau butuh banyak waktu untuk melakukan itu. Satu hal lagi yang bisa kau lakukan adalah membuat banyak tulisan-tulisan baru dalam kertasmu, sehingga tulisan yang lama perlahan-lahan akan terkubur dengan yang baru... bahkan bisa jadi kau akan merobek tulisan lama itu dalam kertasmu. Buatlah tulisan yang lebih indah setiap harinya dalam lembaran kertas-kertas barumu.

Tipe Manusia Menurut Dilthey

Ayo belajar sedikit tentang filsafat!! Dilthey membedakan tipe tipe pandangan hidup yang kemudian membedakan tipe manusia, yaitu manusia akal, manusia rasa, dan manusia karsa. 1. Manusia akal cenderung pada positivisme materialisme (Demokritos, des Comte); 2. Manusia rasa cenderung pada idealisme objektif (Hegel); 3. Manusia karsa cenderung pada idealisme kebebasan (Kant dan Dilthey).

Tuan dan Puan; Pesan Untukmu Tuan

Selamat malam Tuan.... Kau masih ingat dengan wanita yang satu ini? Dia, Puan.... Wanita yang sempat kau miliki.... dulu. Wanita yang sempat kau sangat cintai.... dulu. Wanita yang sempat kau amat sayangi.... dulu. Ya dulu.... Dulu sebelum kau menemukan Puan-puan yang lain dalam kehidupanmu. Kau tentu tak kan pernah lupa saat ia mampu mewarnai hari-harimu sebelum hari ini. Ia yang mampu melukis dengan indah kisah hidupmu yang gelap itu. Mana mungkin kau bisa lupa itu semua... Aku tak bermaksud ingin menggiringmu kembali ke masa itu, hanya saja.... aku ingin kau menghargai seseorang, hargai ia yang dulu pernah bersamamu. Jangan buang dia, bukankah ada banyak kebaikan yang pernah ia berikan padamu... dulu. Hargai itu semua.... Memang perpisahan yang kalian alami dulu, menyakitkan kedua belah pihak.... baik Tuan maupun Puan. Tapi kau harus tahu.... sebuah perpisahan itu wajar adanya, semua pertemuan pasti akan berujung dengan perpisahan.... apakah itu berakhir bahagia ataupun seb...

Izinkan Aku Menangis Malam Ini

Kalian tahu.... aku ingin menangis malam ini.... menangisi kehidupanku belakangan ini.... diserang sepi, diasingkan oleh imaji. Aku tidak tahu diri memang akhir-akhir ini.... sampai orang-orang tiada peduli lagi. Orang-orang seolah berlomba menjauhkan diri. Kini Aku tertinggal menahan diri, membiarkan mereka pergi, lalu menunggu mati. Disini Aku tak berarti.... Aku bersedih.... dunia tersenyum lirih.... sebuah ironi memang. Aku ingin mati dini. Kecewa dengan diri sendiri.

Kita Butuh Eksistensi

Kita butuh eksistensi... Kita butuh dilihat oleh dunia. Jangan pernah malu ditatap orang, jangan pernah malu dilihat orang.... Karena terkadang kita butuh itu. Kita butuh untuk dikenal.... Kau akan pahami maksudku.... Nanti!

Ibu Adalah Tuhan Yang Kelihatan

Ibu.... Hatimu.... Hatimu ibu.... Ibu hatimu.... Hatimu ibu, hatimu.... Terlalu Suci, untuk anakmu... Ibuku sayang.... ibu ku sayang. (Al Kisah) Salman Al-Farisi.... pernah menggendong ibunya menunaikan ibadah haji. Karena ibu Salman Al-Farisi sudah tidak mampu lagi untuk berjalan. Salman Al-Fasiri berhari-hari melintasi terik matahari hingga kulit punggungnya hampir sepenuhnya terkelupas. Pengabdian yang teramat tulus dari seorang anak untuk ibunya, membuat Salman Al-Farisi menjadi salah seorang hamba yang paling disayangi oleh sang pencipta.

Sampai Kita Menjadi Debu

Sampai kita menjadi debu. Kau dalam liangmu.... Aku disampingmu. Memang sedikit terdengar haru, tapi cukup untuk melambangkan perasaanku padamu.

Kalahkan Logika dengan Rasa

Wanita ingin dimiliki dengan rasa. Karena rasa akan mengalahkan logika... Kau akan menganggap... wanitamu adalah sosok paling cantik di dunia, sosok paling baik di dunia, sosok paling perhatian di dunia... mengalahkan semua wanita. Tentu jika kita menggunakan logika, itu tidaklah benar.... dan sangat-sangat mustahil. Maka dari itu, bahagiakan wanitamu dengan rasa.... bukan logika. Kau harus jatuh di wilayah rasa bukan cuma pakai hati. Gunakan hatimu untuk berperasaan.... maka kau akan berhasil mengalahkan logika. Saya pikir semua wanita senang dibohongi.... Mereka akan senang, jika kau mengatakan dia cantik.... meskipun sebenarnya tidak. Mereka akan senang, jika kau mengatakan dia baik.... meskipun sebenarnya ya.... kita bohong. Tapi itu bukan masalah.... yang penting kau sudah mampu membuatnya senang.... bukankah jika wanitamu senang kau pun juga ikut senang? Toh.... tidak ada yang dirugikan.

Romantis dengan Versinya Masing-masing

Sebelum ia pergi untuk beberapa hari... aku tahu bahwa ia akan pamit padaku. tapi aku mendahuluinya mengatakan kalimat perpisahan padanya. Tidak romantis.... hanya menyuruhnya untuk menjaga kesehatan.... Karena beberapa hari ini ia terlihat kurang sehat. Sebelum ia pergi, ia mengganti Display Picture BBMnya... dengan wajah tersenyum. Mungkin itu dimaksudkan agar setiap kali aku melihatnya, aku akan merasa tenang. Senyumannya memang sangat mampu membuat hatiku menemukan bahagianya. Tepat malam hari sebelum ia pergi... ia memaksa untuk menahan kantuknya. ia ingin terus bercakap denganku hingga larut malam. Ketika aku bertanya alasannya... ia mengatakan "karena esok dan beberapa hari ke depan, kita tidak akan lagi punya waktu sebaik ini" maka dari itu ia ingin memanfaatkan waktu malam ini sebaik mungkin. Padahal aku tahu malam itu, ia sangatlah lelah dengan rutinitasnya. Tapi ia tetap saja memaksa diri untuk bertahan menemaniku. Kita Romantis dengan Cara kita Masing-masi...

Rindu Pipi Bakpao

Benar saja.... Aku kesepian. Seperti yang kuduga sebelumnya. Hariku membosankan.... tanpa kehadirannya. Kini, aku hanya bisa melihat gambar wajahnya dan memikirkan dirinya sedang baik-baik saja dari kejauhan. Kurasa, aku cukup tidak egois untuk membiarkannya pergi.... Dia harus mencari bahagianya sendiri. Bukankah Dia sering mengatakan "Dia wanita yang mandiri" ??? Aku percaya Dia bisa menjaga diri.... dan berharap juga 'hati'. Bukankah Dia sering mengatakan "Dia tidak akan berpaling" ??? Jadi, hapuslah ketakutan dalam dirimu.... percaya seutuhnya padanya. Ah.... Pipi Bakpao. Aku merindukanmu... Jaga kesehatanmu selalu.

Ku Putuskan Untuk Mundur

Sebenarnya sejak aku membaca tulisan itu "MAAF KARENA TIDAK BISA MENJADI BIASA SAJA".... Aku memutuskan untuk berhenti berjuang. Aku memutuskan menempatkan diri.... cukup hanya sebagai seorang pengagum.... dan menghapus semua harapan-harapan yang sebelumnya memenuhi isi kepalaku. Aku cukup peka untuk memahami makna isi tulisanmu... Maka dari itu atas kesadaran penuh diri sendiri.... Ku putuskan untuk mundur saat itu juga. Kurasa itu keputusan yang cukup bijak, bukan?.... Entahlah. Tapi kurasa sudah sangat tepat.

Mercusuar 014

Motto 8 + 1 = 0 Delapan Prodi dalam Satu Fakultas sama dengan satu lingkaran rasa.

Pengagum Rahasia

Kita jarang bertukar sapa... bahkan sangat jarang. Atau mungkin tidak pernah...  Eh pernah, sekali dua kali... Saat itu aku menanyakan sesuatu padamu, dan kau menggeleng. Sebatas itu... Kita lebih sering bertukar senyum... bahkan sangat sering. Aku melempar senyum dan kau membalasnya dengan senyuman pula. Sebatas itu... Kita juga pernah bertukar pandang... Aku memandangmu dan kau melirik kearahku. Sebatas itu... Memang sebenarnya kita tidak butuh melakukan itu... Harusnya tidak perlu... Karena seperti yang kau katakan "Sesuatu yang disampaikan dari hati, akan sampai ke hati"

Aku Mematahkan Beberapa Hati Diluar Sana

Aku tahu... aku sadar bahwasanya aku telah mematahkan beberapa hati diluaran sana. Tapi.... bukankah aku juga berhak bahagia? Aku juga butuh bahagia... Asal kau tahu.... tidak ada seorangpun yang senang diberi harapan.... tanpa kepastian. Asal kau tahu.... tidak ada seorangpun yang suka menunggu.... apalagi untuk hal yang tabuh. Asal kau tahu.... tidak ada seorangpun yang sudi dipermainkan.... oleh perempuan. Asal kau tahu semua itu... Aku.... Jujur.... tidak pernah suka dengan hal-hal seperti itu. Dan tidak akan pernah suka. Sekarang Aku menemukan bahagiaku.... Jangan sesali dirimu.

Catatan Lelaki

Laki-laki. Sedikit catatan untukmu.... Semua lelaki itu sejatinya adalah seorang pemimpin. Laki-laki itu lengkap... mereka tegas dan penyayang. Segala hal yang bisa ia lakukan... pasti akan dilakukan, tak peduli apapun dan tak pernah berpikir akan resiko. Lelaki itu bisa jadi malaikat... bisa datang kapan saja sebagai seorang penolong untuk orang yang membutuhkan. Pria itu hebat... dia bisa berjuang mati-matian menciptakan bahagia untuk orang-orang yang dicintainya. Semua hal-hal baik itu hanya dimiliki oleh laki-laki yang berperasaan tentunya.

Slogan FBS

Buku, Diskusi, Cinta, dan Demonstrasi...

HYMNE FBS UNM

Tetaplah disini satu lingkaran bersama.... Jangan kau lupa bahwa kita pernah senada... Suarakan kata, tuliskan imaji.... yakinkan esok kita ubah hari ini... Ceritakan dunia dengan karya kita yang nyata... Mari bersama kita ubah hari ini...

MARS FBS UNM

Bersatulah mahasiswa Universitas Negeri Makassar suarakan keadilan rakyat harus dibela... Berpeganglah mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra suarakan keadilan rakyat bersimbah darah... Teriak tanpa gentar, menyusup maju.... lakukan yang seharusnya. Revolusi belum usai...

HYMNE BEM UNM (UNTUK PERUBAHAN)

Tugas suci yang mulia menanti di pelataran.... kita berdiri di atas tanah, tanah bangsa kita, tanah air mata, tanah perjuangan tanpa henti. Amanah darah yang tertumpah tangis pertiwi tak berbalas... kita menanti di gerbang masa, masa untuk bangkit, bangkit untuk menang, menang melawan dasi penindas. Lawan...lawan...lawan dan menang. Satu...satu...suara baru. Kita ada untuk perubahan. Lawan...lawan...lawan dan menang. Satu...satu...suara baru. Turun...turun...turun ke jalan. Kita ada untuk perubahan. (Irfan Palippui)

Mengagumi Saja Tidak Cukup

'Mengagumi' saja tidak cukup untuk membuat kedua belah pihak berbahagia. Kalau hanya sebatas mengagumi.... pasti ada satu pihak yang akan terluka parah nantinya. Maka dari itu kata 'memiliki' dirasa dianggap perlu untuk bisa saling membahagiakan. Mengagumi dan menunggu.... memiliki resiko yang amat sangat riskan untuk dilakukan. Maka dari itu, semua orang tidak suka menunggu apalagi untuk hal yang tidak pasti.

Pz.

Aku masih sangat ingat saat pertama kali melihatmu.... melihat wajah itu yang tersenyum, terlihat begitu menakjubkan untuk dipandangi. Aku merasa sangat beruntung menjadi yang pertama kali menemukanmu diantara pemburu-pemburu yang lain, yang mungkin lebih hebat dari pada aku. Tapi syukurlah.... Tuhan tidak memperlihatkan dirimu ke mereka. Aku... Aku yang pertama kali. Aku kemudian diam-diam memerhatikanmu setiap hari dan mulai mendekat kepadamu.... Tuhan, Aku benar-benar jatuh hati kali ini.... Dia wanita yang menyenangkan. Saat hariku murung dan membosankan.... Dia datang di malam hari dan mulai menghiburku, mengembalikan tawaku yang seharian tidak ku berikan ke seorang pun. Mendengar suaranya, lantunan lagunya.... dan seketika sempurnalah hariku. Tuhan.... jagakan Dia untukku. -1803-

Aku Jatuh Cinta Lagi

Perasaan itu.... datang lagi menggerayangi hati dan pikiranku belakangan ini. Terakhir kali aku merasakan hal itu.... hampir setahun yang lalu. setelahnya, tidak lagi dan hampir tidak pernah sama sekali. Perasaan semacam takut kehilangan seseorang.... Ya saya pikir, wajar... perasaan seperti itu datang menghantuiku. Karena Dia adalah sumber kebahagiaanku setiap hari. Dia yang mampu membuatku tersenyum sepanjang hari. Tapi masalahnya sekarang adalah..... apakah pantas, aku bersikap seperti itu?.....Padahal dia bukan siapa-siapaku. Ah terserahlah.... saya merasa seperti orang yang jatuh cinta lagi belakangan ini.

KeAkuanKu

Aku bukan tipe pria yang pandai menyembunyikan perasaan. bukan juga tipe pria yang pandai mengumbar kemesraan. apalagi tipe pria yang pandai memahami perempuan.... mungkin karena semua ketidakpandaianku itulah.... sehingga kau masih menyimpan banyak keraguan. tapi sesungguhnya ketahuilah, aku masih lebih banyak menyimpan keseriusan. keseriusan memimpikan kebersamaan. kebersamaan menjalani kehidupan. kehidupan menuju kekekalan.... 

Penikmat Hujan

Pagi itu, aku memutuskan untuk mencuri kembali sepercik keceriaanku yang direnggut paksa oleh usia. Aku memutuskan untuk bermain, menari di bawah rintik hujan.... sendirian.... berjalan.... Rasanya bak seorang pendekar, yang berada paling depan. memimpin pasukan perang. Hanya sendirian. Lantas pikiranku bertanya-tanya.... Mengapa hanya aku yang berani menembus air hujan? Mengapa orang-orang seolah takut pada air hujan? Mengapa mereka menggunakan payung, mantel, berteduh dan berbagai macamnya untuk melindungi diri dari air hujan? Bukankah kata Tuhan, air hujan itu berkah? Lalu, mengapa mereka menghindar? Berhentilah beranggapan bahwa air hujan itu datang bersama rombongan penyakit.... itu hanya terjadi, jika kau menyambutnya dengan hati ragu. Cobalah menyambutnya dengan kebahagiaan.... tentulah air hujan juga akan membalasmu dengan kegembiraan dan keceriaan. Dari aku "Penikmat Air Hujan"

Seimbang

Untuk menyeimbangkan sesuatu.... itu bukan hal yang mudah. Salah satu konsep hidup bunyinya seperti itu... Kau butuh kerja yang amat keras, berpikir yang amat cerdas. Butuh berhari-hari, berbulan-bulan.... bahkan hitungan tahun. waktu yang kau butuhkan untuk pandai melakukan itu.... "menyeimbangkan sesuatu".

Kopiku Kopimu

Pagi, Matahari dan Kopi.... sumber inspirasi, pemantik prestasi dan akan selalu menjadi tradisi. "kreatifkan diri"

Si Rindu

Rindu, rindu, dan rindu. seringkali ku dengar kata itu diucapkan orang lain.... tapi apakah makna sebenarnya dari kata rindu itu? mengapa seolah-olah kata itu punya daya magis yang teramat luar biasa dahsyatnya... bahkan hingga mampu membuat seseorang menangis. jika kau menanyakan makna rindu itu kepadaku.... maka akan ku jawab dengan lantang.... "Rindu itu perihal jarak dan perasaan" Kau tidak boleh menyalahkan jarak atas perasaanmu. dan kau tidak boleh menyalahkan perasaan dengan jarakmu.... tetaplah merindu tapi jangan pernah salahkan siapa-siapa. Rindu itu konsekuensi, kau harus tahu itu.... Bogo sipeo....

-PH-

Kau tahu ibu peri? aku bukan orang yang mudah jatuh cinta. Dan asal kau tahu.... belum ada seorang wanitapun di dunia yang mampu membuatku jatuh cinta melebihi kau. Mungkin itu terlihat berlebihan, tapi bukankah semua yang ku katakan padamu, kau anggap berlebihan? Kau pasti sudah terbiasa dengan itu bukan? Oh iya, sekarang lihatlah.... Aku menulis. akupun tak percaya mampu melakukan ini, keraguan-raguan selalu menghampiriku di huruf pertama tulisan yang akan ku tulis. Tapi seketika.... dan selalu saja pikiranku tertuju padamu. Teringat selalu kata-katamu, kata itu yang sering kau ucapkan melalui pesan singkat, kau selalu mengatakan, kalau aku punya potensi, aku bisa menulis.... ya meskipun tak sepandai dirimu. Kau masih ingat? aku pernah mengatakan, aku akan menulis suatu hari nanti.... itu janji yang tidak akan pernah ku ingkari, padamu. Sepanjang waktu, kau tahu.... aku memikirkan tentang tulisan apa yang pas untuk kubuat. Mungkin sudah hampir ribuan kali laman ini berganti nama,...

Aku Sadar Diri

Kau tahu alasanku, mengapa aku tak menunggumu saat itu.... ataupun untuk sekedar berbalik ke belakang, ke arahmu? Bukan karena aku tak mempedulikanmu, tapi karena aku pikir.... mungkin kau tak terlalu membutuhkanku...

Aku Gerbong Makan

Ray menggeser pintu gerbong makan, melangkah masuk. Aroma makanan tercium. Perutnya yang kosong semakin bernyanyi. Tadi pagi dia tidak sempat sarapan. Memutuskan naik kereta paling pagi. Ray mendekati petugas gerbong makan, menyebutkan pesanan, setelah melirik daftar harganya. Lantas melangkah mencari meja kosong. Ada banyak meja kosong. Ray memutuskan memilih meja di pojokan gerbong. Lebih tenang, lebih leluasa menyimak pemandangan di luar. Dia ingin menikmati makan siangnya sendirian. "Pesanannya, Nona." Pelayan gerbong mengantarkan nampan ke penumpang yang duduk di depan Ray. Ray menoleh. Bukankah dia datang lebih dulu? memesan lebih awal. Bukankah gadis yang duduk di situ? itu seharusnya pesanan miliknya, bukan? Ray bangkit, hendak bertanya. Juru masak di dapur lebih dulu meneriaki palayan yang salah antar."Itu untuk yang duduk di pojok gerbong. Bukan yang itu, bodoh!" Pelayan yang diteriaki mengecek kertas di tangannya, salah-tingkah. "Maaf, saya kelir...

Si Pipi Merah

Pagi itu tak sengaja kita bertemu. Kau menatapku.... Tatapan yang tidak pernah kudapatkan dari seorang lelaki. Tatapan yang menghargai, tatapan yang... dan aku terjebak oleh perasaan itu. Mulai merangkai harapan. Mulai menyulam mimpi. Lelah sekali membujuk hatiku untuk melupakan janji-janji itu. Amat lelah. Apalagi memaksakan untuk tidak menoleh. Tidak mempedulikan kau.... Ketika setiap kali aku tak sengaja memperhatikanmu, selalu saja kau terlihat periang, tertawa seolah-olah hidupmu tak ada beban. Itu yang ku suka darimu. Pernah satu waktu, kau ingat. Ketika itu kau mengajakku bicara dan seketika Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku tidak tahu. Jantungku berdetak tak karuan, nafasku seperti orang yang habis berlari sepuluh putaran di lapangan besar. Badanku gemetar. Ah.... Kau mencuri hatiku lagi.

Si Bijak

Tahukah kau, kita bisa menukar banyak hal menyakitkan yang dilakukan orang lain dengan sesuatu yang lebih hakiki, lebih abadi.... Rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan menyakitkan dari orang lain itu sementara. Pemahaman dan penerimaan tulus dari kejadian menyakitkan itulah yang abadi .... 

Kita adalah Satu

"Kita akan tetap menjadi saudara di mana pun berada. Tidak ada yang pergi dari hati. Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan. Kita akan tetap menjadi saudara..."

Kau Lelaki yang Beruntung, Begitupun Aku

Tetapi aku tidak pernah menjanjikan apa pun kepadamu.... Aku tidak mengiyakan semua harapan-harapan itu. Aku tidak pernah mengatakan apa pun. TIDAK PERNAH.... Karena aku menyadari, kalau kau tahu siapa aku sesungguhnya, kau justru akan membenciku. Amat membenciku...."  Aku tidak pernah punya janji kehidupan yang baik. Tidak pernah. Aku membujuk hatiku agar melupakan janji-janji yang kau berikan. Melupakan mimpi-mimpi indah yang mulai hadir dalam tidurku. Tapi ternyata, aku tidak bisa... Aku sejak awal ingin mengusirmu jauh-jauh. Berharap kau tidak pernah datang. Berharap kau menyerah setelah berbagai perlakuanku. Tetapi kau tidak pernah menyerah. Kau tidak pernah.... Ya Tuhan, kenapa kau dan aku harus bertemu. Kau lelaki yang beruntung, begitupun aku, meskipun sedikit terlambat menyadarinya.

Anggrek Putih Dari Timur

Dia, disapa Anggrek Putih Dari Timur. Mencintai seseorang yang tepat tapi di tempat dan waktu yang salah. Dia teramat mencintai seorang pria, yang justru tak sedikitpun melirik dirinya.. sedikitpun tidak. Berjuang tanpa lelah mengejar prianya, segala macam ia lakukan untuk dapat menarik hati pujaan hatinya. Awalnya keyakinanya melebihi kerasnya batu karang, tapi perlahan-lahan terkikis juga oleh derasnya ombak. ia akhirnya menyerah, melepas semua mimpi-mimpi indah bersamanya. karena akhirnya ia sadar, jika ia tidak berada di waktu yang tepat, ia salah tempat mencintai seseorang. Dia, Anggrek Putih Dari Timur, kisahnya menyerupai kisahku.

Siklus Sebab Akibat

Siklus sebab akibat itu sudah ditentukan. Tidak ada yang bisa merubahnya, kecuali satu : Yaitu kebaikan . Kebaikan bisa merubah takdir.... Nanti kau akan mengerti, betapa banyak kebaikan yang kau lakukan tanpa sengaja telah merubah siklus sebab-akibat milikmu. Apalagi kebaikan-kebaikan yang memang dilakukan dengan sengaja. Seseorang yang memahami siklus sebab-akibat itu, seseorang yang tahu bahwa kebaikan bisa merubah siklusnya, maka Dia akan selalu mengisi kehidupannya dengan perbuatan baik. Mungkin semua apa yang dilakukannya terlihat sia-sia, mungkin apa yang dilakukannya terlihat tidak ada harganya bagi orang lain, tetapi dia tetap mengisinya sebaik mungkin.  Kecil besar nilai sebuah kebaikan, langit yang menentukan, kecil besar pengaruhnya bagi orang, langit juga yang menentukan.

Si Gigi Kelinci

Selamat malam untuk wanita yang sangat ingin ku sapa dengan panggilan si gigi kelinci. Kau tahu, aku selalu bermimpi banyak hal tentangmu, tentang kita, di masa depan. Ada banyak hal yang ingin kulakukan esok hari untukmu, untuk bahagiamu, karenaku. Ada banyak, sangat banyak malah.. Tapi, kenyataannya.... masih sebatas keinginanku sendiri.

Semua kehilangan itu menyakitkan

Apa pun bentuk kehilangan itu, ketahuilah, cara terbaik untuk memahaminya adalah selalu dari sisi yang pergi. Bukan dari sisi yang ditinggalkan. Kalau kau memaksakan diri melihat dari sisi yang ditinggalkan maka kau akan selamanya mengutuk: Dia, Tuhan bahkan dirimu sendiri. Dan kau tidak akan pernah bisa berdamai. (Rembulan Tenggelam di Wajahmu)

Unknown

Nikmati kesedihan yang datang kehidupmu, karena itu adalah sebagian dari pelajaran tentang kenyataan. Keep strong....