Si Pipi Merah
Pagi itu tak sengaja kita bertemu. Kau menatapku.... Tatapan yang tidak pernah kudapatkan dari seorang lelaki. Tatapan yang menghargai, tatapan yang... dan aku terjebak oleh perasaan itu. Mulai merangkai harapan. Mulai menyulam mimpi. Lelah sekali membujuk hatiku untuk melupakan janji-janji itu. Amat lelah. Apalagi memaksakan untuk tidak menoleh. Tidak mempedulikan kau.... Ketika setiap kali aku tak sengaja memperhatikanmu, selalu saja kau terlihat periang, tertawa seolah-olah hidupmu tak ada beban. Itu yang ku suka darimu.
Pernah satu waktu, kau ingat. Ketika itu kau mengajakku bicara dan seketika Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku tidak tahu. Jantungku berdetak tak karuan, nafasku seperti orang yang habis berlari sepuluh putaran di lapangan besar. Badanku gemetar. Ah.... Kau mencuri hatiku lagi.
Pernah satu waktu, kau ingat. Ketika itu kau mengajakku bicara dan seketika Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku tidak tahu. Jantungku berdetak tak karuan, nafasku seperti orang yang habis berlari sepuluh putaran di lapangan besar. Badanku gemetar. Ah.... Kau mencuri hatiku lagi.
Komentar
Posting Komentar