Hari Ini
Ada yang hari ini sedang kuat-kuat bertahan mempertahankan sebuah hubungan. Rela dilukai sedemikian rupa pada seseorang yang sejatinya tidak sedetik pun memperhatikan. Yang merasa berjuang sendirian, menahan lelah kaki menopang raga dalam bertahan.
Ada yang hari ini terus-terusan berusaha menggenggam tangan. Menahan mencoba tidak melepaskan, pada tangan yang dengan seenaknya meronta dan terus berusaha untuk melepaskan.
Ada yang hari ini sedang menangis menahan sakit. Hanya untuk tetap terlihat tegar. Menukarkan segala luka hanya agar dia tidak pergi memalingkan muka.
Ada yang hari ini sedang setia menatap layar kaca. Menunggu kabar dari seseorang yang entah sedang ada dimana. Yang hanya bisa berharap dia baik-baik saja, tanpa mau berpikir hal-hal lainnya.
Ada yang hari ini sedang kembali disalahkan. Atas kesalahan yang tak pernah ia perbuat, atas kesalahan yang selalu ditumpahkan padanya. Tapi ia tetap bertahan meminta maaf. Seakan yakin suatu hari dia akan berubah.
Ada yang hari ini sedang kembali menangis di dalam tawa. Berusaha menyembunyikan rasa sakit hati di depan semua tanya. Dalam simpuh sujud malamnya, ia terus berdoa perihal nama yang sama.
Ada yang hari ini sedang kembali berusaha memaafkan. Menelan sendirian pahitnya rasa sebuah kekesalan. Yang tidak berani marah, hanya karena hatinya sudah terlanjur sayang.
Ada yang hari ini sedang berusaha kembali mengalah. Menyampingkan segala keinginan hati kecilnya hanya agar dia tidak marah. Yang selalu memberi pengertian, pada seseorang yang selalu minta dimengerti.
Ada yang hari ini sedang bertanya pada diri sendiri. Perihal siapa yang ia perjuangkan, siapa yang ia maafkan, dan siapa yang ia pertahankan. Yang dulu pernah sangat manis mengutamakan. Yang sekarang selalu menghilang pergi tanpa pernah meninggalkan pesan.
Ada yang hari ini sedang membaca tulisan ini. Mulai berpikir dan mulai merasa; tapi pada akhirnya, ia tetap bertahan pada satu cerita yang di dalamnya ia selalu menjadi pilihan kedua.
Novel : Merayakan Kehilangan (Brian Khrisna)
Ada yang hari ini terus-terusan berusaha menggenggam tangan. Menahan mencoba tidak melepaskan, pada tangan yang dengan seenaknya meronta dan terus berusaha untuk melepaskan.
Ada yang hari ini sedang menangis menahan sakit. Hanya untuk tetap terlihat tegar. Menukarkan segala luka hanya agar dia tidak pergi memalingkan muka.
Ada yang hari ini sedang setia menatap layar kaca. Menunggu kabar dari seseorang yang entah sedang ada dimana. Yang hanya bisa berharap dia baik-baik saja, tanpa mau berpikir hal-hal lainnya.
Ada yang hari ini sedang kembali disalahkan. Atas kesalahan yang tak pernah ia perbuat, atas kesalahan yang selalu ditumpahkan padanya. Tapi ia tetap bertahan meminta maaf. Seakan yakin suatu hari dia akan berubah.
Ada yang hari ini sedang kembali menangis di dalam tawa. Berusaha menyembunyikan rasa sakit hati di depan semua tanya. Dalam simpuh sujud malamnya, ia terus berdoa perihal nama yang sama.
Ada yang hari ini sedang kembali berusaha memaafkan. Menelan sendirian pahitnya rasa sebuah kekesalan. Yang tidak berani marah, hanya karena hatinya sudah terlanjur sayang.
Ada yang hari ini sedang berusaha kembali mengalah. Menyampingkan segala keinginan hati kecilnya hanya agar dia tidak marah. Yang selalu memberi pengertian, pada seseorang yang selalu minta dimengerti.
Ada yang hari ini sedang bertanya pada diri sendiri. Perihal siapa yang ia perjuangkan, siapa yang ia maafkan, dan siapa yang ia pertahankan. Yang dulu pernah sangat manis mengutamakan. Yang sekarang selalu menghilang pergi tanpa pernah meninggalkan pesan.
Ada yang hari ini sedang membaca tulisan ini. Mulai berpikir dan mulai merasa; tapi pada akhirnya, ia tetap bertahan pada satu cerita yang di dalamnya ia selalu menjadi pilihan kedua.
Novel : Merayakan Kehilangan (Brian Khrisna)
Komentar
Posting Komentar