Kau Lelaki yang Beruntung, Begitupun Aku
Tetapi aku tidak pernah menjanjikan apa pun kepadamu.... Aku tidak mengiyakan semua harapan-harapan itu. Aku tidak pernah mengatakan apa pun. TIDAK PERNAH.... Karena aku menyadari, kalau kau tahu siapa aku sesungguhnya, kau justru akan membenciku. Amat membenciku...." Aku tidak pernah punya janji kehidupan yang baik. Tidak pernah. Aku membujuk hatiku agar melupakan janji-janji yang kau berikan. Melupakan mimpi-mimpi indah yang mulai hadir dalam tidurku. Tapi ternyata, aku tidak bisa...
Aku sejak awal ingin mengusirmu jauh-jauh. Berharap kau tidak pernah datang. Berharap kau menyerah setelah berbagai perlakuanku. Tetapi kau tidak pernah menyerah. Kau tidak pernah.... Ya Tuhan, kenapa kau dan aku harus bertemu. Kau lelaki yang beruntung, begitupun aku, meskipun sedikit terlambat menyadarinya.
Aku sejak awal ingin mengusirmu jauh-jauh. Berharap kau tidak pernah datang. Berharap kau menyerah setelah berbagai perlakuanku. Tetapi kau tidak pernah menyerah. Kau tidak pernah.... Ya Tuhan, kenapa kau dan aku harus bertemu. Kau lelaki yang beruntung, begitupun aku, meskipun sedikit terlambat menyadarinya.
Komentar
Posting Komentar