-PH- II

Malam ini serasa aku tak bisa menutup mata.... pikiranku melayang-layang.... Satu pertanyaan terus saja mengelilingi isi kepalaku. Kau juga ingin bersamaku bukan? Dari semua pernyataan-pernyataan yang kau lontarkan untukku.... seolah-olah memang seperti itu.

Kau tahu, sebenarnya Aku tersiksa, tapi aku juga menikmatinya... Ketika aku sudah memutuskan untuk melupakan harapan-harapanku, kau datang lagi seolah memberi harapan lagi dan lagi.... kemudian pergi, hilang entah kemana. Datang memberi harapan kemudian hilang entah kemana... begitu seterusnya. Apa maksud semua ini? Apakah kau hanya bermaksud untuk menghancurkan sinkronisasi antara hati dan pikiranku? Kau ingin memutus urat saraf pada salah satunya? Tidak... Ku mohon jangan lakukan itu. Aku tak setangguh yang kau lihat dalam urusan seperti ini... Aku lemah... sungguh sangat lemah. Ketahuilah! Aku sering sakit hati, tapi tidak pernah benar-benar membenci seseorang.

Sekarang aku tak pernah lagi mengharapkanmu dalam dunia nyataku... kau harus tahu hal yang satu ini, pikirku. Tapi tetaplah hidup sempurna dalam dunia imajinasiku, tetaplah menjadi penghidup dalam tulisanku. Dan biarkan aku hidup tenang mulai saat ini.
Salam hangat dariku untukmu...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

8 Komponen Peristiwa Tutur Menurut Dell Hymes

MARS FBS UNM

HYMNE FBS UNM