Ku Mohon Padamkan Apiku
Ku pikir sudah cukup selama ini Aku menjadi lilin bagimu...
Aku rela membakar diriku sendiri hanya untuk menerangimu..
Aku lebih sering mengalah padamu, hanya untuk memenangkan egomu..
Kemarin, pikiran-pikiran warasku mulai bekerja... Lilin akan dibakar hingga habis, setelah itu dibuang dan diganti dengan lilin yang baru..
Hatiku mengatakan, seperti itulah nasibku jika terus bersamamu. Maka sebelum Aku habis terbakar tak bersisa, tolong tiup Aku... tiup apiku Nona, padamkan, matikan aku sebelum lebih lama lagi merasakan sakit ini...
Atau jika kau tak ingin meniup apiku, tolong pinjamkan Aku air matamu, biar ku tetesi sendiri Apiku hingga ia padam...
Aku rela membakar diriku sendiri hanya untuk menerangimu..
Aku lebih sering mengalah padamu, hanya untuk memenangkan egomu..
Kemarin, pikiran-pikiran warasku mulai bekerja... Lilin akan dibakar hingga habis, setelah itu dibuang dan diganti dengan lilin yang baru..
Hatiku mengatakan, seperti itulah nasibku jika terus bersamamu. Maka sebelum Aku habis terbakar tak bersisa, tolong tiup Aku... tiup apiku Nona, padamkan, matikan aku sebelum lebih lama lagi merasakan sakit ini...
Atau jika kau tak ingin meniup apiku, tolong pinjamkan Aku air matamu, biar ku tetesi sendiri Apiku hingga ia padam...
Komentar
Posting Komentar