Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Tipe Manusia Menurut Dilthey

Ayo belajar sedikit tentang filsafat!! Dilthey membedakan tipe tipe pandangan hidup yang kemudian membedakan tipe manusia, yaitu manusia akal, manusia rasa, dan manusia karsa. 1. Manusia akal cenderung pada positivisme materialisme (Demokritos, des Comte); 2. Manusia rasa cenderung pada idealisme objektif (Hegel); 3. Manusia karsa cenderung pada idealisme kebebasan (Kant dan Dilthey).

Tuan dan Puan; Pesan Untukmu Tuan

Selamat malam Tuan.... Kau masih ingat dengan wanita yang satu ini? Dia, Puan.... Wanita yang sempat kau miliki.... dulu. Wanita yang sempat kau sangat cintai.... dulu. Wanita yang sempat kau amat sayangi.... dulu. Ya dulu.... Dulu sebelum kau menemukan Puan-puan yang lain dalam kehidupanmu. Kau tentu tak kan pernah lupa saat ia mampu mewarnai hari-harimu sebelum hari ini. Ia yang mampu melukis dengan indah kisah hidupmu yang gelap itu. Mana mungkin kau bisa lupa itu semua... Aku tak bermaksud ingin menggiringmu kembali ke masa itu, hanya saja.... aku ingin kau menghargai seseorang, hargai ia yang dulu pernah bersamamu. Jangan buang dia, bukankah ada banyak kebaikan yang pernah ia berikan padamu... dulu. Hargai itu semua.... Memang perpisahan yang kalian alami dulu, menyakitkan kedua belah pihak.... baik Tuan maupun Puan. Tapi kau harus tahu.... sebuah perpisahan itu wajar adanya, semua pertemuan pasti akan berujung dengan perpisahan.... apakah itu berakhir bahagia ataupun seb...

Izinkan Aku Menangis Malam Ini

Kalian tahu.... aku ingin menangis malam ini.... menangisi kehidupanku belakangan ini.... diserang sepi, diasingkan oleh imaji. Aku tidak tahu diri memang akhir-akhir ini.... sampai orang-orang tiada peduli lagi. Orang-orang seolah berlomba menjauhkan diri. Kini Aku tertinggal menahan diri, membiarkan mereka pergi, lalu menunggu mati. Disini Aku tak berarti.... Aku bersedih.... dunia tersenyum lirih.... sebuah ironi memang. Aku ingin mati dini. Kecewa dengan diri sendiri.

Kita Butuh Eksistensi

Kita butuh eksistensi... Kita butuh dilihat oleh dunia. Jangan pernah malu ditatap orang, jangan pernah malu dilihat orang.... Karena terkadang kita butuh itu. Kita butuh untuk dikenal.... Kau akan pahami maksudku.... Nanti!

Ibu Adalah Tuhan Yang Kelihatan

Ibu.... Hatimu.... Hatimu ibu.... Ibu hatimu.... Hatimu ibu, hatimu.... Terlalu Suci, untuk anakmu... Ibuku sayang.... ibu ku sayang. (Al Kisah) Salman Al-Farisi.... pernah menggendong ibunya menunaikan ibadah haji. Karena ibu Salman Al-Farisi sudah tidak mampu lagi untuk berjalan. Salman Al-Fasiri berhari-hari melintasi terik matahari hingga kulit punggungnya hampir sepenuhnya terkelupas. Pengabdian yang teramat tulus dari seorang anak untuk ibunya, membuat Salman Al-Farisi menjadi salah seorang hamba yang paling disayangi oleh sang pencipta.

Sampai Kita Menjadi Debu

Sampai kita menjadi debu. Kau dalam liangmu.... Aku disampingmu. Memang sedikit terdengar haru, tapi cukup untuk melambangkan perasaanku padamu.

Kalahkan Logika dengan Rasa

Wanita ingin dimiliki dengan rasa. Karena rasa akan mengalahkan logika... Kau akan menganggap... wanitamu adalah sosok paling cantik di dunia, sosok paling baik di dunia, sosok paling perhatian di dunia... mengalahkan semua wanita. Tentu jika kita menggunakan logika, itu tidaklah benar.... dan sangat-sangat mustahil. Maka dari itu, bahagiakan wanitamu dengan rasa.... bukan logika. Kau harus jatuh di wilayah rasa bukan cuma pakai hati. Gunakan hatimu untuk berperasaan.... maka kau akan berhasil mengalahkan logika. Saya pikir semua wanita senang dibohongi.... Mereka akan senang, jika kau mengatakan dia cantik.... meskipun sebenarnya tidak. Mereka akan senang, jika kau mengatakan dia baik.... meskipun sebenarnya ya.... kita bohong. Tapi itu bukan masalah.... yang penting kau sudah mampu membuatnya senang.... bukankah jika wanitamu senang kau pun juga ikut senang? Toh.... tidak ada yang dirugikan.

Romantis dengan Versinya Masing-masing

Sebelum ia pergi untuk beberapa hari... aku tahu bahwa ia akan pamit padaku. tapi aku mendahuluinya mengatakan kalimat perpisahan padanya. Tidak romantis.... hanya menyuruhnya untuk menjaga kesehatan.... Karena beberapa hari ini ia terlihat kurang sehat. Sebelum ia pergi, ia mengganti Display Picture BBMnya... dengan wajah tersenyum. Mungkin itu dimaksudkan agar setiap kali aku melihatnya, aku akan merasa tenang. Senyumannya memang sangat mampu membuat hatiku menemukan bahagianya. Tepat malam hari sebelum ia pergi... ia memaksa untuk menahan kantuknya. ia ingin terus bercakap denganku hingga larut malam. Ketika aku bertanya alasannya... ia mengatakan "karena esok dan beberapa hari ke depan, kita tidak akan lagi punya waktu sebaik ini" maka dari itu ia ingin memanfaatkan waktu malam ini sebaik mungkin. Padahal aku tahu malam itu, ia sangatlah lelah dengan rutinitasnya. Tapi ia tetap saja memaksa diri untuk bertahan menemaniku. Kita Romantis dengan Cara kita Masing-masi...

Rindu Pipi Bakpao

Benar saja.... Aku kesepian. Seperti yang kuduga sebelumnya. Hariku membosankan.... tanpa kehadirannya. Kini, aku hanya bisa melihat gambar wajahnya dan memikirkan dirinya sedang baik-baik saja dari kejauhan. Kurasa, aku cukup tidak egois untuk membiarkannya pergi.... Dia harus mencari bahagianya sendiri. Bukankah Dia sering mengatakan "Dia wanita yang mandiri" ??? Aku percaya Dia bisa menjaga diri.... dan berharap juga 'hati'. Bukankah Dia sering mengatakan "Dia tidak akan berpaling" ??? Jadi, hapuslah ketakutan dalam dirimu.... percaya seutuhnya padanya. Ah.... Pipi Bakpao. Aku merindukanmu... Jaga kesehatanmu selalu.

Ku Putuskan Untuk Mundur

Sebenarnya sejak aku membaca tulisan itu "MAAF KARENA TIDAK BISA MENJADI BIASA SAJA".... Aku memutuskan untuk berhenti berjuang. Aku memutuskan menempatkan diri.... cukup hanya sebagai seorang pengagum.... dan menghapus semua harapan-harapan yang sebelumnya memenuhi isi kepalaku. Aku cukup peka untuk memahami makna isi tulisanmu... Maka dari itu atas kesadaran penuh diri sendiri.... Ku putuskan untuk mundur saat itu juga. Kurasa itu keputusan yang cukup bijak, bukan?.... Entahlah. Tapi kurasa sudah sangat tepat.

Mercusuar 014

Motto 8 + 1 = 0 Delapan Prodi dalam Satu Fakultas sama dengan satu lingkaran rasa.

Pengagum Rahasia

Kita jarang bertukar sapa... bahkan sangat jarang. Atau mungkin tidak pernah...  Eh pernah, sekali dua kali... Saat itu aku menanyakan sesuatu padamu, dan kau menggeleng. Sebatas itu... Kita lebih sering bertukar senyum... bahkan sangat sering. Aku melempar senyum dan kau membalasnya dengan senyuman pula. Sebatas itu... Kita juga pernah bertukar pandang... Aku memandangmu dan kau melirik kearahku. Sebatas itu... Memang sebenarnya kita tidak butuh melakukan itu... Harusnya tidak perlu... Karena seperti yang kau katakan "Sesuatu yang disampaikan dari hati, akan sampai ke hati"

Aku Mematahkan Beberapa Hati Diluar Sana

Aku tahu... aku sadar bahwasanya aku telah mematahkan beberapa hati diluaran sana. Tapi.... bukankah aku juga berhak bahagia? Aku juga butuh bahagia... Asal kau tahu.... tidak ada seorangpun yang senang diberi harapan.... tanpa kepastian. Asal kau tahu.... tidak ada seorangpun yang suka menunggu.... apalagi untuk hal yang tabuh. Asal kau tahu.... tidak ada seorangpun yang sudi dipermainkan.... oleh perempuan. Asal kau tahu semua itu... Aku.... Jujur.... tidak pernah suka dengan hal-hal seperti itu. Dan tidak akan pernah suka. Sekarang Aku menemukan bahagiaku.... Jangan sesali dirimu.

Catatan Lelaki

Laki-laki. Sedikit catatan untukmu.... Semua lelaki itu sejatinya adalah seorang pemimpin. Laki-laki itu lengkap... mereka tegas dan penyayang. Segala hal yang bisa ia lakukan... pasti akan dilakukan, tak peduli apapun dan tak pernah berpikir akan resiko. Lelaki itu bisa jadi malaikat... bisa datang kapan saja sebagai seorang penolong untuk orang yang membutuhkan. Pria itu hebat... dia bisa berjuang mati-matian menciptakan bahagia untuk orang-orang yang dicintainya. Semua hal-hal baik itu hanya dimiliki oleh laki-laki yang berperasaan tentunya.

Slogan FBS

Buku, Diskusi, Cinta, dan Demonstrasi...

HYMNE FBS UNM

Tetaplah disini satu lingkaran bersama.... Jangan kau lupa bahwa kita pernah senada... Suarakan kata, tuliskan imaji.... yakinkan esok kita ubah hari ini... Ceritakan dunia dengan karya kita yang nyata... Mari bersama kita ubah hari ini...

MARS FBS UNM

Bersatulah mahasiswa Universitas Negeri Makassar suarakan keadilan rakyat harus dibela... Berpeganglah mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra suarakan keadilan rakyat bersimbah darah... Teriak tanpa gentar, menyusup maju.... lakukan yang seharusnya. Revolusi belum usai...

HYMNE BEM UNM (UNTUK PERUBAHAN)

Tugas suci yang mulia menanti di pelataran.... kita berdiri di atas tanah, tanah bangsa kita, tanah air mata, tanah perjuangan tanpa henti. Amanah darah yang tertumpah tangis pertiwi tak berbalas... kita menanti di gerbang masa, masa untuk bangkit, bangkit untuk menang, menang melawan dasi penindas. Lawan...lawan...lawan dan menang. Satu...satu...suara baru. Kita ada untuk perubahan. Lawan...lawan...lawan dan menang. Satu...satu...suara baru. Turun...turun...turun ke jalan. Kita ada untuk perubahan. (Irfan Palippui)

Mengagumi Saja Tidak Cukup

'Mengagumi' saja tidak cukup untuk membuat kedua belah pihak berbahagia. Kalau hanya sebatas mengagumi.... pasti ada satu pihak yang akan terluka parah nantinya. Maka dari itu kata 'memiliki' dirasa dianggap perlu untuk bisa saling membahagiakan. Mengagumi dan menunggu.... memiliki resiko yang amat sangat riskan untuk dilakukan. Maka dari itu, semua orang tidak suka menunggu apalagi untuk hal yang tidak pasti.

Pz.

Aku masih sangat ingat saat pertama kali melihatmu.... melihat wajah itu yang tersenyum, terlihat begitu menakjubkan untuk dipandangi. Aku merasa sangat beruntung menjadi yang pertama kali menemukanmu diantara pemburu-pemburu yang lain, yang mungkin lebih hebat dari pada aku. Tapi syukurlah.... Tuhan tidak memperlihatkan dirimu ke mereka. Aku... Aku yang pertama kali. Aku kemudian diam-diam memerhatikanmu setiap hari dan mulai mendekat kepadamu.... Tuhan, Aku benar-benar jatuh hati kali ini.... Dia wanita yang menyenangkan. Saat hariku murung dan membosankan.... Dia datang di malam hari dan mulai menghiburku, mengembalikan tawaku yang seharian tidak ku berikan ke seorang pun. Mendengar suaranya, lantunan lagunya.... dan seketika sempurnalah hariku. Tuhan.... jagakan Dia untukku. -1803-

Aku Jatuh Cinta Lagi

Perasaan itu.... datang lagi menggerayangi hati dan pikiranku belakangan ini. Terakhir kali aku merasakan hal itu.... hampir setahun yang lalu. setelahnya, tidak lagi dan hampir tidak pernah sama sekali. Perasaan semacam takut kehilangan seseorang.... Ya saya pikir, wajar... perasaan seperti itu datang menghantuiku. Karena Dia adalah sumber kebahagiaanku setiap hari. Dia yang mampu membuatku tersenyum sepanjang hari. Tapi masalahnya sekarang adalah..... apakah pantas, aku bersikap seperti itu?.....Padahal dia bukan siapa-siapaku. Ah terserahlah.... saya merasa seperti orang yang jatuh cinta lagi belakangan ini.

KeAkuanKu

Aku bukan tipe pria yang pandai menyembunyikan perasaan. bukan juga tipe pria yang pandai mengumbar kemesraan. apalagi tipe pria yang pandai memahami perempuan.... mungkin karena semua ketidakpandaianku itulah.... sehingga kau masih menyimpan banyak keraguan. tapi sesungguhnya ketahuilah, aku masih lebih banyak menyimpan keseriusan. keseriusan memimpikan kebersamaan. kebersamaan menjalani kehidupan. kehidupan menuju kekekalan.... 

Penikmat Hujan

Pagi itu, aku memutuskan untuk mencuri kembali sepercik keceriaanku yang direnggut paksa oleh usia. Aku memutuskan untuk bermain, menari di bawah rintik hujan.... sendirian.... berjalan.... Rasanya bak seorang pendekar, yang berada paling depan. memimpin pasukan perang. Hanya sendirian. Lantas pikiranku bertanya-tanya.... Mengapa hanya aku yang berani menembus air hujan? Mengapa orang-orang seolah takut pada air hujan? Mengapa mereka menggunakan payung, mantel, berteduh dan berbagai macamnya untuk melindungi diri dari air hujan? Bukankah kata Tuhan, air hujan itu berkah? Lalu, mengapa mereka menghindar? Berhentilah beranggapan bahwa air hujan itu datang bersama rombongan penyakit.... itu hanya terjadi, jika kau menyambutnya dengan hati ragu. Cobalah menyambutnya dengan kebahagiaan.... tentulah air hujan juga akan membalasmu dengan kegembiraan dan keceriaan. Dari aku "Penikmat Air Hujan"

Seimbang

Untuk menyeimbangkan sesuatu.... itu bukan hal yang mudah. Salah satu konsep hidup bunyinya seperti itu... Kau butuh kerja yang amat keras, berpikir yang amat cerdas. Butuh berhari-hari, berbulan-bulan.... bahkan hitungan tahun. waktu yang kau butuhkan untuk pandai melakukan itu.... "menyeimbangkan sesuatu".

Kopiku Kopimu

Pagi, Matahari dan Kopi.... sumber inspirasi, pemantik prestasi dan akan selalu menjadi tradisi. "kreatifkan diri"

Si Rindu

Rindu, rindu, dan rindu. seringkali ku dengar kata itu diucapkan orang lain.... tapi apakah makna sebenarnya dari kata rindu itu? mengapa seolah-olah kata itu punya daya magis yang teramat luar biasa dahsyatnya... bahkan hingga mampu membuat seseorang menangis. jika kau menanyakan makna rindu itu kepadaku.... maka akan ku jawab dengan lantang.... "Rindu itu perihal jarak dan perasaan" Kau tidak boleh menyalahkan jarak atas perasaanmu. dan kau tidak boleh menyalahkan perasaan dengan jarakmu.... tetaplah merindu tapi jangan pernah salahkan siapa-siapa. Rindu itu konsekuensi, kau harus tahu itu.... Bogo sipeo....

-PH-

Kau tahu ibu peri? aku bukan orang yang mudah jatuh cinta. Dan asal kau tahu.... belum ada seorang wanitapun di dunia yang mampu membuatku jatuh cinta melebihi kau. Mungkin itu terlihat berlebihan, tapi bukankah semua yang ku katakan padamu, kau anggap berlebihan? Kau pasti sudah terbiasa dengan itu bukan? Oh iya, sekarang lihatlah.... Aku menulis. akupun tak percaya mampu melakukan ini, keraguan-raguan selalu menghampiriku di huruf pertama tulisan yang akan ku tulis. Tapi seketika.... dan selalu saja pikiranku tertuju padamu. Teringat selalu kata-katamu, kata itu yang sering kau ucapkan melalui pesan singkat, kau selalu mengatakan, kalau aku punya potensi, aku bisa menulis.... ya meskipun tak sepandai dirimu. Kau masih ingat? aku pernah mengatakan, aku akan menulis suatu hari nanti.... itu janji yang tidak akan pernah ku ingkari, padamu. Sepanjang waktu, kau tahu.... aku memikirkan tentang tulisan apa yang pas untuk kubuat. Mungkin sudah hampir ribuan kali laman ini berganti nama,...

Aku Sadar Diri

Kau tahu alasanku, mengapa aku tak menunggumu saat itu.... ataupun untuk sekedar berbalik ke belakang, ke arahmu? Bukan karena aku tak mempedulikanmu, tapi karena aku pikir.... mungkin kau tak terlalu membutuhkanku...

Aku Gerbong Makan

Ray menggeser pintu gerbong makan, melangkah masuk. Aroma makanan tercium. Perutnya yang kosong semakin bernyanyi. Tadi pagi dia tidak sempat sarapan. Memutuskan naik kereta paling pagi. Ray mendekati petugas gerbong makan, menyebutkan pesanan, setelah melirik daftar harganya. Lantas melangkah mencari meja kosong. Ada banyak meja kosong. Ray memutuskan memilih meja di pojokan gerbong. Lebih tenang, lebih leluasa menyimak pemandangan di luar. Dia ingin menikmati makan siangnya sendirian. "Pesanannya, Nona." Pelayan gerbong mengantarkan nampan ke penumpang yang duduk di depan Ray. Ray menoleh. Bukankah dia datang lebih dulu? memesan lebih awal. Bukankah gadis yang duduk di situ? itu seharusnya pesanan miliknya, bukan? Ray bangkit, hendak bertanya. Juru masak di dapur lebih dulu meneriaki palayan yang salah antar."Itu untuk yang duduk di pojok gerbong. Bukan yang itu, bodoh!" Pelayan yang diteriaki mengecek kertas di tangannya, salah-tingkah. "Maaf, saya kelir...

Si Pipi Merah

Pagi itu tak sengaja kita bertemu. Kau menatapku.... Tatapan yang tidak pernah kudapatkan dari seorang lelaki. Tatapan yang menghargai, tatapan yang... dan aku terjebak oleh perasaan itu. Mulai merangkai harapan. Mulai menyulam mimpi. Lelah sekali membujuk hatiku untuk melupakan janji-janji itu. Amat lelah. Apalagi memaksakan untuk tidak menoleh. Tidak mempedulikan kau.... Ketika setiap kali aku tak sengaja memperhatikanmu, selalu saja kau terlihat periang, tertawa seolah-olah hidupmu tak ada beban. Itu yang ku suka darimu. Pernah satu waktu, kau ingat. Ketika itu kau mengajakku bicara dan seketika Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku tidak tahu. Jantungku berdetak tak karuan, nafasku seperti orang yang habis berlari sepuluh putaran di lapangan besar. Badanku gemetar. Ah.... Kau mencuri hatiku lagi.

Si Bijak

Tahukah kau, kita bisa menukar banyak hal menyakitkan yang dilakukan orang lain dengan sesuatu yang lebih hakiki, lebih abadi.... Rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan menyakitkan dari orang lain itu sementara. Pemahaman dan penerimaan tulus dari kejadian menyakitkan itulah yang abadi .... 

Kita adalah Satu

"Kita akan tetap menjadi saudara di mana pun berada. Tidak ada yang pergi dari hati. Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan. Kita akan tetap menjadi saudara..."

Kau Lelaki yang Beruntung, Begitupun Aku

Tetapi aku tidak pernah menjanjikan apa pun kepadamu.... Aku tidak mengiyakan semua harapan-harapan itu. Aku tidak pernah mengatakan apa pun. TIDAK PERNAH.... Karena aku menyadari, kalau kau tahu siapa aku sesungguhnya, kau justru akan membenciku. Amat membenciku...."  Aku tidak pernah punya janji kehidupan yang baik. Tidak pernah. Aku membujuk hatiku agar melupakan janji-janji yang kau berikan. Melupakan mimpi-mimpi indah yang mulai hadir dalam tidurku. Tapi ternyata, aku tidak bisa... Aku sejak awal ingin mengusirmu jauh-jauh. Berharap kau tidak pernah datang. Berharap kau menyerah setelah berbagai perlakuanku. Tetapi kau tidak pernah menyerah. Kau tidak pernah.... Ya Tuhan, kenapa kau dan aku harus bertemu. Kau lelaki yang beruntung, begitupun aku, meskipun sedikit terlambat menyadarinya.

Anggrek Putih Dari Timur

Dia, disapa Anggrek Putih Dari Timur. Mencintai seseorang yang tepat tapi di tempat dan waktu yang salah. Dia teramat mencintai seorang pria, yang justru tak sedikitpun melirik dirinya.. sedikitpun tidak. Berjuang tanpa lelah mengejar prianya, segala macam ia lakukan untuk dapat menarik hati pujaan hatinya. Awalnya keyakinanya melebihi kerasnya batu karang, tapi perlahan-lahan terkikis juga oleh derasnya ombak. ia akhirnya menyerah, melepas semua mimpi-mimpi indah bersamanya. karena akhirnya ia sadar, jika ia tidak berada di waktu yang tepat, ia salah tempat mencintai seseorang. Dia, Anggrek Putih Dari Timur, kisahnya menyerupai kisahku.

Siklus Sebab Akibat

Siklus sebab akibat itu sudah ditentukan. Tidak ada yang bisa merubahnya, kecuali satu : Yaitu kebaikan . Kebaikan bisa merubah takdir.... Nanti kau akan mengerti, betapa banyak kebaikan yang kau lakukan tanpa sengaja telah merubah siklus sebab-akibat milikmu. Apalagi kebaikan-kebaikan yang memang dilakukan dengan sengaja. Seseorang yang memahami siklus sebab-akibat itu, seseorang yang tahu bahwa kebaikan bisa merubah siklusnya, maka Dia akan selalu mengisi kehidupannya dengan perbuatan baik. Mungkin semua apa yang dilakukannya terlihat sia-sia, mungkin apa yang dilakukannya terlihat tidak ada harganya bagi orang lain, tetapi dia tetap mengisinya sebaik mungkin.  Kecil besar nilai sebuah kebaikan, langit yang menentukan, kecil besar pengaruhnya bagi orang, langit juga yang menentukan.

Si Gigi Kelinci

Selamat malam untuk wanita yang sangat ingin ku sapa dengan panggilan si gigi kelinci. Kau tahu, aku selalu bermimpi banyak hal tentangmu, tentang kita, di masa depan. Ada banyak hal yang ingin kulakukan esok hari untukmu, untuk bahagiamu, karenaku. Ada banyak, sangat banyak malah.. Tapi, kenyataannya.... masih sebatas keinginanku sendiri.

Semua kehilangan itu menyakitkan

Apa pun bentuk kehilangan itu, ketahuilah, cara terbaik untuk memahaminya adalah selalu dari sisi yang pergi. Bukan dari sisi yang ditinggalkan. Kalau kau memaksakan diri melihat dari sisi yang ditinggalkan maka kau akan selamanya mengutuk: Dia, Tuhan bahkan dirimu sendiri. Dan kau tidak akan pernah bisa berdamai. (Rembulan Tenggelam di Wajahmu)

Unknown

Nikmati kesedihan yang datang kehidupmu, karena itu adalah sebagian dari pelajaran tentang kenyataan. Keep strong....