Jika Nanti Tak Ada Aku
Nanti ketika aku telah benar-benar pergi, siapa yang akan menyelamatkanmu dari kejamnya orang-orang di sekitarmu?
Siapa yang akan mengawasi tingkah laku cerobohmu itu? Siapa yang akan mengingatkanmu untuk tidak lupa makan karena sakit maag-mu itu?
Nanti ketika aku telah benar-benar pergi, siapa yang akan kau salahkan ketika seluruh dunia mulai menyalahkanmu? Siapa yang akan setia mendengarkan keluh kesahmu?
Nanti ketika aku telah benar-benar pergi, siapa yang akan mencintaimu, sedang yang ku tahu kau tak bisa mencintai dirimu sendiri.
Siapa??
Masihkah kau bilang; tak ada aku, tak apa-apa?
Kau tahu, aku tak pernah bisa benar-benar pergi dan membiarkanmu tersakiti sendiri.
Siapa yang akan mengawasi tingkah laku cerobohmu itu? Siapa yang akan mengingatkanmu untuk tidak lupa makan karena sakit maag-mu itu?
Nanti ketika aku telah benar-benar pergi, siapa yang akan kau salahkan ketika seluruh dunia mulai menyalahkanmu? Siapa yang akan setia mendengarkan keluh kesahmu?
Nanti ketika aku telah benar-benar pergi, siapa yang akan mencintaimu, sedang yang ku tahu kau tak bisa mencintai dirimu sendiri.
Siapa??
Masihkah kau bilang; tak ada aku, tak apa-apa?
Kau tahu, aku tak pernah bisa benar-benar pergi dan membiarkanmu tersakiti sendiri.
Komentar
Posting Komentar