Sepagi itu menjadi yang pertama berada di koridor kampus. Duduk, Memesan kopi... Kemudian melanjutkan membaca novel kesayanganku yang sebenarnya sudah dua kali ku tamatkan. Aku datang sepagi itu hanya karena satu alasan. Detik demi detik menuntunku menuju siang hari kala itu.... Aku melihatmu berjalan keluar kelas. Akhirnya... kataku dalam hati. Akhirnya aku bisa melihat paras manismu. Akhirnya aku bisa menyaksikan anggunnya langkah kakimu. Aku tak berani melihatmu terang-terangan, Hanya berusaha dengan melirik diam-diam diselingan aku menghirup kopiku dan membaca novelku. Aku memang seperti itu, lebih senang melihat keindahan dari sudut kejauhan, tak berani mendekat. Kemudian, Aku selalu menunggu jam pulangmu. Ketika kau sudah berada di depan gerbang, Buru-buru ku keluarkan motorku dari parkiran Menujumu... Tapi lagi-lagi mulutku masih saja kelu, Bahkan hanya untuk mengatakan "Biar aku yang mengantarmu pulang" Aku takut jika kau berjalan pulang sen...