Hipotesisku Tentangmu; Gagal
"Tidak ada yang pergi dari hati.
Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan."
Semua kebahagiaan yang kau perdengarkan pada masa itu,
Menjadi luka yang ku tuliskan hari ini.
Perasaanku masih sama, saat kali pertama kita berjumpa.
Sampai terakhir kali kau memutuskan untuk pergi.
Dan kemudian diriku ku paksa untuk membenci, membencimu, membenci aku yang dulu, membenci kenangan kita yang lalu.
Tapi tetap saja hipotesis mengarahkan pada kesimpulan "tidak ada yang pergi dari hati, tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan"
mungkin sampai kita mati.
Harapanku, kau jangan datang lagi.
Ataupun jika kau harus datang, tolong jangan pergi lagi. Karena kehilanganmu dua kali, sakitnya akan sama dengan bunuh diri.
Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan."
Semua kebahagiaan yang kau perdengarkan pada masa itu,
Menjadi luka yang ku tuliskan hari ini.
Perasaanku masih sama, saat kali pertama kita berjumpa.
Sampai terakhir kali kau memutuskan untuk pergi.
Dan kemudian diriku ku paksa untuk membenci, membencimu, membenci aku yang dulu, membenci kenangan kita yang lalu.
Tapi tetap saja hipotesis mengarahkan pada kesimpulan "tidak ada yang pergi dari hati, tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan"
mungkin sampai kita mati.
Harapanku, kau jangan datang lagi.
Ataupun jika kau harus datang, tolong jangan pergi lagi. Karena kehilanganmu dua kali, sakitnya akan sama dengan bunuh diri.
Komentar
Posting Komentar