Rembulanku dan Langitnya Malam Itu
Rindu yang memuncak gara-garanya, dimana kuberanikan diri menjemput wanitaku.
Tiba di depan rumahnya, ia membuka pintu dengan berteriak setengah histeris. Yakinku ia kaget melihat aku datang. Maklum aku tak berkabar sebelumnya. Ia masih pake daster tanpa jilbab. Dan buru2 masuk lagi ke dalam rumah untuk memakai jilbabnya.. ia tahu persis kalau aku tak suka melihat wanita tanpa penutup kepala dihadapanku. Aku masih di depan rumah, belum dipersilahkan masuk.
Kemudian ibunya datang, mungkin dari rumah tetangga. Ia menyapaku dan sontak aku menyalimi. Kemudian ibunya mempersilahkan aku masuk. Aku masih belum bergerak dari tempatku berdiri, sengaja ku tunggu wanitaku.. aku lebih ingin ia saja yg mempersilahkan aku masuk.
Dan betul, ia kembali dengan kepala yg sudah ditutupi jilbab tapi masih dengan daster yg sama.
Ia mempersilahkan masuk dan akupun ikut, duduk diruang tamu bersamanya. Ibunya ikut nimbrung... kami bicara banyak hal. Dan pada satu waktu aku memotong pembicaraan, aku mengutarakan niatku pada ibunya.. bahwa aku ingin mengajak anaknya jalan-jalan malam ini. Hanya sebentar... dan ibunya mengiyakan. Kupikir itu karena ia sayang anak perempuannya. Dengan syarat jangan pulang terlalu larut. Saya mengiyakan.. wanitaku bergegas ganti pakaian, dandan dan segala macamnya. Kurasa aku menunggu cukup lama sambil mengobrol dengan ibunya di ruang tamu. Ibunya menawariku teh, tapi ku tolak. Aku tak ingin merepotkan, pikirku.
Setelah beberapa saat, ia selesai dan seperti biasa, bagiku ia selalu terlalu sangat cantik.
Aku pamit pada ibunya begitupun ia. Dan pada saat diatas motor, ayahnya datang, entah darimana.. mungkin dari tetangganya juga. Wanitaku bertanya pada ayahnya.. ayah kenal ini? (Nunjuk ke aku). Ayahnya jawab dengan nada yakin.. ya kenal lah, inikan anaknya... "blablabla" (bicara banyak tentang saya dan keluarga saya) dan semuanya tepat. Aku sedikit bangga dengan isi ceritanya yg meninggi-ninggikan aku di depan anak perempuannya itu.
Aku suka ayahnya yg memujiku, aku juga suka ibunya memperlakukanku, dan aku suka anak perempuannya yang mencintaiku.
Tiba di depan rumahnya, ia membuka pintu dengan berteriak setengah histeris. Yakinku ia kaget melihat aku datang. Maklum aku tak berkabar sebelumnya. Ia masih pake daster tanpa jilbab. Dan buru2 masuk lagi ke dalam rumah untuk memakai jilbabnya.. ia tahu persis kalau aku tak suka melihat wanita tanpa penutup kepala dihadapanku. Aku masih di depan rumah, belum dipersilahkan masuk.
Kemudian ibunya datang, mungkin dari rumah tetangga. Ia menyapaku dan sontak aku menyalimi. Kemudian ibunya mempersilahkan aku masuk. Aku masih belum bergerak dari tempatku berdiri, sengaja ku tunggu wanitaku.. aku lebih ingin ia saja yg mempersilahkan aku masuk.
Dan betul, ia kembali dengan kepala yg sudah ditutupi jilbab tapi masih dengan daster yg sama.
Ia mempersilahkan masuk dan akupun ikut, duduk diruang tamu bersamanya. Ibunya ikut nimbrung... kami bicara banyak hal. Dan pada satu waktu aku memotong pembicaraan, aku mengutarakan niatku pada ibunya.. bahwa aku ingin mengajak anaknya jalan-jalan malam ini. Hanya sebentar... dan ibunya mengiyakan. Kupikir itu karena ia sayang anak perempuannya. Dengan syarat jangan pulang terlalu larut. Saya mengiyakan.. wanitaku bergegas ganti pakaian, dandan dan segala macamnya. Kurasa aku menunggu cukup lama sambil mengobrol dengan ibunya di ruang tamu. Ibunya menawariku teh, tapi ku tolak. Aku tak ingin merepotkan, pikirku.
Setelah beberapa saat, ia selesai dan seperti biasa, bagiku ia selalu terlalu sangat cantik.
Aku pamit pada ibunya begitupun ia. Dan pada saat diatas motor, ayahnya datang, entah darimana.. mungkin dari tetangganya juga. Wanitaku bertanya pada ayahnya.. ayah kenal ini? (Nunjuk ke aku). Ayahnya jawab dengan nada yakin.. ya kenal lah, inikan anaknya... "blablabla" (bicara banyak tentang saya dan keluarga saya) dan semuanya tepat. Aku sedikit bangga dengan isi ceritanya yg meninggi-ninggikan aku di depan anak perempuannya itu.
Aku suka ayahnya yg memujiku, aku juga suka ibunya memperlakukanku, dan aku suka anak perempuannya yang mencintaiku.
Komentar
Posting Komentar