Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Hari Ini

Ada yang hari ini sedang kuat-kuat bertahan mempertahankan sebuah hubungan. Rela dilukai sedemikian rupa pada seseorang yang sejatinya tidak sedetik pun memperhatikan. Yang merasa berjuang sendirian, menahan lelah kaki menopang raga dalam bertahan. Ada yang hari ini terus-terusan berusaha menggenggam tangan. Menahan mencoba tidak melepaskan, pada tangan yang dengan seenaknya meronta dan terus berusaha untuk melepaskan. Ada yang hari ini sedang menangis menahan sakit. Hanya untuk tetap terlihat tegar. Menukarkan segala luka hanya agar dia tidak pergi memalingkan muka. Ada yang hari ini sedang setia menatap layar kaca. Menunggu kabar dari seseorang yang entah sedang ada dimana. Yang hanya bisa berharap dia baik-baik saja, tanpa mau berpikir hal-hal lainnya. Ada yang hari ini sedang kembali disalahkan. Atas kesalahan yang tak pernah ia perbuat, atas kesalahan yang selalu ditumpahkan padanya. Tapi ia tetap bertahan meminta maaf. Seakan yakin suatu hari dia akan berubah. Ada yang ...

Sorry, You Don't Know Me

Terima kasih sudah pernah datang. Terima kasih sudah pernah membuatku jatuh cinta. Aku pernah bahagia bertemu kau; dan aku tak pernah menyesal. Kita adalah sebuah kebetulan yang entah bagaimana caranya bisa menjadi bahagia. Sesuatu yang tak pernah disangka-sangka sebelumnya, namun bisa bertahan begitu lama. Jika kau tak sengaja membaca tulisan ini, maaf.. aku tak bermaksud memenangkan kau kembali. Aku sudah cukup. Saatnya aku mulai kembali berlari setelah beristirahat panjang.

Buka Hatimu Nona

Bagaimana dunia mampu membantumu melepaskannya jika kau sendiri enggan melepaskan kenangan-kenangan di kepala? Jika kau mau merendahkan kepalamu sedikit saja, kau akan melihat banyak orang di luar sana yang menginginkan untuk bisa hidup di sampingmu. Maka bantulah mereka, sebagaimana kamu ingin dibantu. Kau akan menemukan orang yang sebaik masa lalumu, semanis masa lalumu, dan senyaman masa lalumu. Aku janji. Asalkan kau mau mengizinkan orang baru itu untuk mencobanya. Bagaimana mungkin orang itu bisa menjadi spesial jika ketika ia tengah mencoba, kau membunuh usahanya dengan cara masih enggan melepaskan kenangan-kenangan masa lalu di kepala? Bantulah ia yang baru untuk menjadi seseorangmu, dengan cara kau tidak melulu memikirkan masa lalu. Sumber : Novel Merayakan Kehilangan