Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Tuan dan Puan; Ketika Tuan Pamit

Pada suatu senja.... Tuan : Puan, Aku ingin bicara satu hal padamu. Puan : Apa itu Tuan? Mengapa kau terlihat begitu serius kali ini? Tuan : Aku ingin pergi? Puan : Tuan hendak kemana? Tuan : Kemana saja, asalkan itu jauh darimu. (Tetiba suasana berubah menjadi begitu menakutkan kala itu bagi keduanya, terutama Puan yang seolah saat itu aliran darahnya tak lagi mengalir) Puan : Tapi mengapa? (Puan membuka pembicaraan sambil mengusap dua bulir air mata yang tak sengaja jatuh kala itu dari kedua bola matanya) Tuan : Aku tak mencintaimu. (membalikkan badan berusaha tegar, tapi hatinya menangis tak kalah dari tangisan dua bola mata Puan) Ada beberapa hal yang tidak bisa diceritakan. Orang terkadang memilih untuk memendam perasaan sendirian untuk sebuah kebaikan.

Teruntuk PH; Terima kasih

Hay... PH. Hal pertama yang ingin saya katakan kali ini adalah Terima kasih banyak. Terima kasih karena telah menghidupkan Aku lagi dalam tulisanmu, artinya kau masih ingat Aku, kau belum lupa BT. Lalu terima kasih juga sudah mau mengingat beberapa moment yang menurutku sangat berkesan yang sebenarnya kita jarang menciptakan moment secara sengaja. Kau katakan kita hanya bisa bertemu dalam moment kebetulan kan? Bagiku semua itu tidak ada yang kebetulan, itu adalah rencana Tuhan. Kemarin buktinya kita berpapasan muka lagi, Aku duduk di bawah pohon, kemudian kau lewat tapi mengambil jalan lain mungkin untuk menghindar dari hadapanku. Tapi lihatlah moment selanjutnya yang terjadi... Tetap saja aku bisa menatapmu kan??? Setelah beberapa bulan tak melihatmu, ternyata kau masih saja sama. Suka menghindar dariku.

BT dan PH

Saya banyak belajar dari kisah antara BT dan PH. Saya berpendapat bahwa, mereka adalah dua makhluk yang saling memahami, mampu membuat nyaman satu sama lain. Hanya saja ada beberapa hal yang tidak dapat dipaksakan untuk membuat rasa yang lebih antara keduanya. BT dan PH cukup dewasa dalam menyikapi hal itu. Ya.. benar saja, karena mereka berdua seolah memang punya satu pemikiran, hanya saja dibelah oleh Tuhan dan dimasukkan ke dalam dua kepala manusia yang berbeda.