Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Lagu Untuk PH

Aku mungkin tidak akan pernah lupa lagu yang pernah ku ciptakan untuk PH. Berikut ini liriknya... Yang bisa nyanyiin cuma kami. Dia satu-satunya manusia yang pernah ku perdengarkan. # Aku ingin menganggapmu biasa Tapi bagaimana bisa ku lakukan Kau adalah wanita Istimewa di mataku Wanita dengan sribu kebaikan Dalam hatinya penuh kelembutan Senyumannya indah Bagai tulisan-tulisannya Perii Hujaan... Berharap kau adalah takdirku Ku ingin kau menjadi jodohku Selamanya tak kan terpisah Hingga semuanya sirna You are my everything

Selamat 22 Juni

22 Juni. Tepat dua puluh tahun yang lalu. Di tengah terik panas matahari. Aku menangis untuk pertama kali yang menandakan bahwa Aku lahir di dunia yang baru. Entah apa arti tangisan itu.. menangisi beban yang akan dipikul?? Mungkin saja seperti itu. Tangisan itu, aku menyebutnya tangisan kedewasaan. Kala itu Aku pasti menangis bukan karena senang, bukan juga karena kesakitan. Entah apa makna tangisanku itu.. cukup misterius.

Aku Matamu Kau Hatiku

Jika kau tanya Aku ingin jadi apa bagimu? Aku ingin jadi mata. Dan sebaliknya Aku ingin kau jadi hatiku. Mata dan Hati. Punya korelasi yang amat menakjubkan. Ketika Mata melihat sesuatu yang membahagiakan maka hati akan ikut serta merasakan bahagianya. Dan ketika hati sedang jatuh pada titik terlemahnya, mata secara spontan akan sayup dan bahkan meneteskan buliran airnya. Sungguh pasangan yang saling pengertian. Ada yang lebih romantis dari itu?

Semacam Hobi

Saya suka membuat beberapa cerita fiksi untuk membuat orang lain tahu diri.

Unknown

Mungkin Aku salah mengartikan rasa peduliku sendiri. Jujur saja Aku selalu ingin kau berkabar padaku. Berkadar padaku tentang harimu. Kau mengawali pagi dengan ucapan Good Morning, Gutten Morgen dan semacamnya, ya cukup itu. Di siang hari mungkin dengan sedikit perhatian, kau menanyakan kesehatanku dan semacamnya. Dan di malam hari dengan ucapan 'mimpi indah'. Aku tak butuh pembahasan panjang lebar, membahas segalanya... cukup itu agar Aku dapat memastikan bahwa kau baik-baik saja di Pagi, siang dan malam harimu hingga kau terlelap. Tapi ya... Tidak ada. Aku mulai berpikir bahwa rasa peduliku terhadapmu rasanya harus ku kurangi sedikit kadarnya, agar aku juga tak terlalu banyak pikiran. Kejam memang, tapi ketahuilah.... kau lebih kejam ketika tak melakukan itu.

Bagi Kami Tidak Ada Kata Nanti

Selamat malam.... Lama tak menulis bukan berarti sudah mati. Hanya kehabisan inspirasi karena hati yang teriris-irisi. Mungkin Puisi cara terbaik mengawali tulisan di blog ini lagi. Ok.. Selamat menikmati! Cieelah..... menikmati, emang makanan. Kuylah! Saat sang empunya cahaya baru saja mengintip pagi Orang tua kami sudah meniti jalan memperjuangkan kehidupan Saat sang empunya cahaya mulai menyongsong pagi Kami sudah berada di jalan mencari ilmu pengetahuan Kokok ayam di pagi hari Adalah sebuah Alarm alami Niatkan hati Mencari sesuap nasi Suara kuda berlari Adalah sebuah Alarm alami Siapkan diri Menuntut ilmu yang abadi Bagi kami tidak ada kata nanti.