.... dan Aku Masih Ingat
.... dan Aku masih ingat ketika ketika kau menumpahkan sedikit minyak telon di telapak tanganmu dan mengusapkan ke kedua telapak tanganku. .... dan Aku masih ingat ketika aku mencari-cari alasan untuk bisa pergi dari poskoku dan menjemput kau di poskomu hanya untuk ku ajak kau bertemu keluargaku. .... dan Aku masih ingat akrabnya kau dengan ibu dan adikku saat berbincang dengan wajah riang. .... dan Aku masih ingat ketika kau tak henti-hentinya memukul pundakku dan mencubit pinggangku, saat Aku ngebut-ngebutan memboncengmu. Ku sebut itu pukulan mesra dan cubitan manja. .... dan Aku masih ingat ketika kau menahanku di rumahmu dengan berbagai cara, agar aku tak pergi dengan cepat dan meninggalkanmu sendirian. .... dan yang paling Aku ingat adalah ketika akhirnya aku tidak menjadi pilihan dari banyaknya pilihanmu.