Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Don't Look Back Again

Puan, jangan selalu melihat ke belakang... Sekali-kali menengoklah ke depan.... Lihat, ada seseorang yang sudah menunggumu lama di depan sana.... Seseorang yang membawa obat dari segala luka di masa lalu mu. Seseorang yang membawa harapan baru untuk masa depanmu. Jadi berhentilah melihat ke belakang Puan, nanti kau tersandung, kemudian jatuh... lagi dan lagi. Yang justru membuat orang di depan itu, lebih jauh darimu.

Perubahan

Ada masanya, orang akan berubah... Dan selamanya, perubahan akan selalu menjadi hal yang menakutkan.

Tulisan ke 100, Untukmu

Menulis tentangmu selalu saja sederhana tetapi istimewa... Menulis tentangmu selalu saja melibatkan jari dan hati... Menulis tentangmu akan selalu menjadi candu dan rindu... Menulis tentangmu adalah sebuah cara bahagia paling sederhana. Menulis tentangmu adalah sebuah cara menghapus kecewa di malam hari. Dan ketika menulis tentangmu, tak pernah ada unsur "palsu", kau harus tahu itu. "Sesuatu yang disampaikan dari hati, akan sampai ke hati" Aku masih ingat dan akan selalu ingat. Sampai ingatanku hilang, sampai akupun hilang. Aku suka menulis karena kamu .

Your Face Like a Lion

Aku menghindar, karena aku tahu diri. Aku tahu Mood mu sedang tidak baik hari itu. Aku tahu tingkat stressmu sedang tinggi hari itu. Aku tahu dari tampang yang kau pasang hari itu. Setiap kali ku lihat wajahmu, aku merasa itu seperti Singa yang siap menerkam mangsanya. Hehehe.... Bercanda. Maka dari itu, Aku menghindar sebisa mungkin. Karena aku tahu diri, bukan aku obat penawar segala itu.

Jangan Ganggu Dia

Jangan! Ganggu! Dia! Aku Tidak Suka! Aku tidak suka jika mereka memandangimu. Aku tidak suka jika mereka ingin menggali banyak hal tentangmu. Aku tidak suka jika mereka membicarakan kecantikanmu. Apalagi jika mereka sudah membuatmu risih, tentu saja aku murka.

15 Mei, Aku Angkuh

Tertuju pada yang sebenar-benarnya... Aku bersandiwara hari ini. Sandiwara untuk berpura-pura tak peduli padamu. Entah setan apa yang merasukiku. Lelah sekali rasanya. Yang sebenarnya, kau harus tahu... Dari semalam aku sudah berpikir meluangkan waktuku tepat jam 10:00 pagi. Aku ingin menyaksikan salah satu fase terpentingmu... Yang sebenarnya, kau harus tahu... bahkan satu hari sebelumnya aku sudah sibuk bertanya ke teman-temanmu, kapan jadwal sempromu. Sayangnya egoku meracuniku tepat pukul 09:46 di hari itu. Aku harus berpura-pura tak peduli... dan aku kalah sampai hari itu berakhir. Aku dikalahkan egoku. maaf...... maaf.... maaf....