Dia Yang Gengsi Dan Aku Yang Akan Tidak Peka
Kisah kita unik. Sebuah awal kalimat yang menarik untuk memulai tulisanku kali ini. Dia, wanita yang dulunya ku yakini sebagai soulmate. Dulu, aku masih sangat ingat betapa seringnya aku mengakui perasaanku padanya.... mengatakan apa yang seharusnya tidak aku katakan saat itu... aku menyukaimu, seperti itulah kata yang persis aku ucapkan padanya ketika itu. Tapi ia punya seribu macam cara, sejuta malam alasan, dan miliyaran jawaban agar aku tak tahu isi hatinya yang sebenar-benarnya. Itulah yang terjadi pada masa itu. Namun ketika ku putuskan untuk membersamai wanita lain, barulah ku tahu bahwa ia tidak suka hal itu... ia cemburu? Sangat cemburu. Sepertinya ia bermain-main dengan belatinya sendiri saat itu. Dulu mungkin ia gengsi menjawab perasaanku, dan sekarang aku yang giliranku yang akan tidak peka dengan jawaban perasaannya.